Saat ini, penggunaan teknologi informasi di era globalisasi semakin disadari oleh berbagai organisasi modern dan instansi pemerintah. Oleh karena itu, sangat penting bagi instansi pemerintah untuk memanfaatkan teknologi sistem informasi yang ada. Penggunaan teknologi sistem informasi di instansi pemerintah telah meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi sistem informasi di Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, dengan menerapkan model UTAUT 2. Model ini terdiri dari sembilan variabel, yaitu: performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, hedonic motivations, price value, habit, behavioral intention, dan use behavior. Penelitian ini tergolong eksplanatori, yang bertujuan menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner melalui Google Form. Metode analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM) PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance expectancy, facilitating conditions, price value, dan habit tidak berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention, sedangkan effort expectancy, social influence, dan hedonic motivation memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap behavioral intention. Behavioral intention, pada gilirannya, memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap use behavior. Penelitian ini menekankan faktor-faktor yang berkontribusi pada adopsi sistem informasi untuk pengelolaan kepegawaian yang lebih efisien dan mudah digunakan.
Copyrights © 2025