Rendahnya keterampilan proses sains siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan, terutama karena dominasi metode ceramah yang kurang interaktif, seperti tercermin dalam data PISA 2022 dan observasi di salah satu SD di Wonogiri yang menunjukkan hanya 35% siswa mampu menjelaskan perubahan wujud benda secara ilmiah. Metode Predict-Observe-Explain (POE) telah banyak digunakan untuk meningkatkan pemahaman konseptual, tetapi belum banyak dikaji efektivitasnya dalam pembelajaran berdiferensiasi yang menyesuaikan dengan kebutuhan dan gaya belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode POE berdiferensiasi terhadap keterampilan proses sains siswa dengan pendekatan kuantitatif berbasis koresional. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode POE berdiferensiasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap keterampilan proses sains siswa secara statistik. Namun, penerapan diferensiasi dalam pembelajaran POE tetap penting karena memberikan fleksibilitas bagi siswa dengan berbagai gaya belajar dan tingkat pemahaman. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas POE dapat meningkat jika didukung oleh strategi diferensiasi yang lebih terarah dan optimalisasi tahap eksplorasi dalam pembelajaran sains, terutama dengan mempertimbangkan tahap perkembangan kognitif siswa sesuai teori Piaget.
Copyrights © 2025