Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Design thinking Based on Entrepreneurship (DT-E) dalam meningkatkan kemampuan problem solving peserta didik SMA pada materi sistem ekskresi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe non-equivalent control group design. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model DT-E dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan meliputi tes esai problem solving (pretest dan posttest), angket respon peserta didik, serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model DT-E berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan problem solving dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,78 pada kelas eksperimen (kategori tinggi), sedangkan kelas kontrol sebesar 0,34 (kategori sedang). Hasil keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan rata-rata 97% dengan kategori sangat baik. Respon peserta didik terhadap model DT-E berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata persentase 82%. Sinkronisasi antara respon peserta didik dan capaian kemampuan problem solving menunjukkan keterkaitan positif. Model DT-E terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan problem solving dan membentuk keterampilan kewirausahaan peserta didik.
Copyrights © 2026