Mengkaji bagaimana keterampilan berpikir kritis dan komunikasi siswa dalam Green Chemistry dipengaruhi oleh paradigma pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) yang mencakup etnokimia ialah tujuan utama dari penelitian ini. Penelitian ini mempergunakan desain quasi-experimental dengan dua kelompok: satu kelompok menggunakan model Discovery Learning sebagai kontrol, sementara kelompok lainnya menggunakan model RADEC dengan ethnochemistry sebagai komponen eksperimen. Sampel penelitian terdiri dari empat kelas X SMA Negeri 5 Cirebon yang ditentukan melalui random sampling setelah uji normalitas dan homogenitas. Instrumen penelitian meliputi tes two-tier multiple choice untuk mengukur kemampuan berpikir kritis serta angket dan lembar observasi untuk menilai keterampilan komunikasi. Analisis data mempergunakan N-gain, MANOVA, dan effect size. Hasil penelitian memperlihatkan model RADEC lebih efektif dibandingkan Discovery Learning, dengan peningkatan N-gain kemampuan berpikir kritis sebesar 0,51 (kategori sedang) dan keterampilan komunikasi senilai 0,49 (kategori sedang), lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Uji MANOVA mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan (p 0,05), dengan kontribusi efektif senilai 53,1% secara simultan, 13,0% pada berpikir kritis (efek sedang), dan 51,5% pada komunikasi (efek besar). Simpulannya ialah bahwa model RADEC terintegrasi etnokimia efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan komunikasi, sekaligus menguatkan relevansi pembelajaran kimia dengan konteks budaya lokal.
Copyrights © 2025