UMKM Bandeng Presto 52 menghadapi kendala produktivitas dan daya saing yang signifikan. Proses produksi yang masih tradisional menyebabkan inkonsistensi kualitas dan umur simpan produk yang sangat pendek. Selain itu, strategi pemasaran yang bersifat konvensional membatasi jangkauan pasar dan menghambat pertumbuhan usaha. Program pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasi UMKM melalui modernisasi produksi dan digitalisasi pemasaran secara terintegrasi. Metode yang digunakan adalah participatory technology transfer. Intervensi mencakup hibah teknologi tepat guna (mesin presto, deep fryer, vacuum sealer) serta pelatihan GMP. Di sisi hilir, dilakukan digitalisasi melalui pembuatan website e-commercedan pendampingan pemasaran digital. Hasil program menunjukkan dampak signifikan dan terukur. Terjadi peningkatan kapasitas produksi harian lebih dari 100% dan standardisasi kualitas produk. Penerapan kemasan vakum berhasil memperpanjang umur simpan produk dari 2 hari menjadi 7 hari. Kanal penjualan digital yang baru dibangun menjadi terobosan utama, berhasil memperluas jangkauan pasar hingga ke luar kota. Pada bulan pertama, kanal digital berkontribusi pada 40% total pesanan baru. Intervensi komprehensif ini terbukti efektif mentransformasi UMKM tradisional menjadi usaha yang lebih produktif, modern, dan berdayasaing.
Copyrights © 2026