Malaria masih menjadi masalah kesehatan utama di Papua dengan angka kejadian dan kekambuhan tinggi. Kekambuhan dipengaruhi oleh rendahnya kepatuhan pengobatan, keterbatasan media edukasi, kurangnya informasi pencegahan, serta faktor lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk. Ditambah resistensi parasit terhadap obat dan keterbatasan sumber daya kesehatan. Di RSUD Jayapura, banyak pasien mengalami kekambuhan pasca-perawatan akibat pemahaman perawatan lanjutan yang minim. Oleh karena itu, perencanaan pemulangan (discharge planning) yang efektif sangat diperlukan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan discharge planning melalui media leaflet edukasi untuk pasien malaria di ruang rawat inap penyakit tropis. Kegiatan meliputi sosialisasi dan pelatihan perawat dalam penyusunan leaflet menggunakan platform digital, edukasi langsung kepada pasien tentang kepatuhan minum obat, penanganan efek samping, dan pencegahan malaria, distribusi kartu pengingat obat, serta diskusi interaktif tentang resistensi obat. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan perawat tentang discharge planning dengan nilai evaluasi mayoritas kategori sangat baik. Leaflet yang disusun bersama terbukti membantu pasien memahami pengertian, tanda gejala, jenis, akibat, dan pencegahan malaria, sehingga lebih siap mencegah kekambuhan. Kartu pengingat obat berdampak positif pada kepatuhan, khususnya untuk pasien Plasmodium vivax dan P. ovale yang rentan kambuh. Secara keseluruhan, kegiatan ini meningkatkan kapasitas perawat dalam edukasi terstruktur serta memperkuat pemahaman pasien akan pentingnya kepatuhan pengobatan dan pencegahan kekambuhan. Optimalisasi discharge planning dengan leaflet terbukti efektif mengendalikan angka kekambuhan, mendukung peningkatan mutu layanan keperawatan, dan berkontribusi pada upaya eliminasi malaria di Papua.
Copyrights © 2026