Diare masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan dan salah satu penyebab utamanya adalah infeksi bakteri dari famili Enterobacteriaceae. Pemeriksaan mikrobiologi melalui metode kultur merupakan langkah penting dalam mendukung diagnosis dan pengendalian penyakit diare. Kegiatan ini bertujuan untuk membandingkan jumlah Enterobacteriaceae pada sampel feses penderita diare menggunakan teknik cawan tuang (pour plate) dan cawan sebar (spread plate). Kegiatan ini menggunakan desain eksperimental laboratoris dengan pendekatan komparatif terhadap 16 sampel feses penderita indikasi diare yang dianalisis di laboratorium. Data diperoleh melalui penghitungan jumlah koloni bakteri dalam satuan CFU/gram, kemudian dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji Shapiro–Wilk dan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode cawan tuang menghasilkan rata-rata jumlah Enterobacteriaceae yang lebih tinggi dan lebih homogen dibandingkan metode cawan sebar. Temuan ini menunjukkan bahwa metode cawan tuang lebih efektif dalam menghitung total populasi Enterobacteriaceae pada sampel feses penderita diare, sedngkan metode cawan sebar lebih sesuai untuk pengamatan morfologi koloni permukaan. Disarankan untuk melibatkan jumlah sampel yang lebih besar dan beragam guna meningkatkan validitas serta generalisasi hasil penelitian.
Copyrights © 2026