Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah tertinggal di Indonesia Timur. Wilayah tertinggal di kawasan ini, seperti di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur, masih menghadapi keterbatasan akses transportasi, energi, dan konektivitas yang berdampak pada rendahnya produktivitas ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data panel kabupaten/kota periode 2015–2024. Variabel yang dianalisis meliputi belanja infrastruktur pemerintah, investasi swasta, indeks pembangunan manusia (IPM), dan produk domestik regional bruto (PDRB) sebagai indikator pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi infrastruktur berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah tertinggal. Infrastruktur transportasi dan energi memiliki kontribusi paling besar dalam mendorong peningkatan aktivitas ekonomi lokal, memperluas akses pasar, serta meningkatkan mobilitas tenaga kerja. Namun demikian, efektivitas investasi dipengaruhi oleh kualitas tata kelola, kapasitas sumber daya manusia, dan integrasi kebijakan pembangunan daerah. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa investasi infrastruktur merupakan instrumen strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah tertinggal di Indonesia Timur, tetapi harus disertai dengan penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas SDM agar dampaknya berkelanjutan.
Copyrights © 2025