Jurnal Kefarmasian AKFARINDO
Vol 11 No 1 (2026)

HUBUNGAN KETEPATAN TERAPI DENGAN OUTCOME KLINIS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GAMPING

Rizqiana Tri Aryaningrum (Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
Ginanjar Zukhruf Saputri (Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
Akrom (Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
Lalu M Irham (Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
Woro Supadmi (Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
Joko Sudibyo (Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
31 Mar 2026

Abstract

Prevalensi Diabetes Melitus tipe 2 disertai hipertensi masih tinggi, mencapai 50-75% secara global. Kejadian Medication error masih menjadi problem di beberapa negara, mencapai sekitar 70%, sehingga mempengaruhi kegagalan dalam pencapaian target terapi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan ketepatan terapi dengan outcome klinis pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Metode penelitian menggunakan non-eksperimental berupa kajian deskriptif dan analitik dengan pendekatan retrospektif dengan 37 rekam medik pasien DMT2 -hipertensi rawat jalan periode Januari - Desember 2024 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Analisis ketepatan terapi mengacu pada guideline JNC VIII, PERHI, PERKENI, dan ADA. Analisis statistik dilakukan dengan analisis chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan analisis terapi antidiabetes meliputi tepat indikasi (100%), tepat pasien (100%), tepat dosis (100%), tepat frekuensi (100%), dan tepat rute pemberian (100%). Adapun pada analisis terapi antihipertensi menunjukan tepat indikasi (100%), tepat pasien (97,3%), tepat dosis (100%), tepat frekuensi (100%), dan tepat rute pemberian (100%). Hasil perbaikan outcome klinis rata-rata kadar GDS dan/atau GDP baik pada pemeriksaan bulan pertama dan kedua sebanyak 37 pasien (100%) mengalami penurunan dan terkontrol, begitu juga pada hasil perbaikan outcome klinis rata-rata tekanan darah diastole 37 pasien (100%) mengalami penurunan dan terkontrol, namun berbeda dengan rata-rata tekanan darah sistol, beberapa pasien masih belum terkontrol. Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan antara ketepatan terapi dengan outcome klinis berupa GDS dan/GDP maupun tekanan darah dengan nilai p-value sebesar 1,000 (p>0,05).

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jofar

Publisher

Subject

Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Social Sciences

Description

The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: -Pharmacology and Toxicology -Pharmacokinetics -Community and Clinical Pharmacy -Pharmaceutical Chemistry -Pharmaceutical Biology -Pharmaceutics -Pharmaceutical Technology -Biopharmaceutics -Pharmaceutical Microbiology and ...