Prevalensi Diabetes Melitus tipe 2 disertai hipertensi masih tinggi, mencapai 50-75% secara global. Kejadian Medication error masih menjadi problem di beberapa negara, mencapai sekitar 70%, sehingga mempengaruhi kegagalan dalam pencapaian target terapi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan ketepatan terapi dengan outcome klinis pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Metode penelitian menggunakan non-eksperimental berupa kajian deskriptif dan analitik dengan pendekatan retrospektif dengan 37 rekam medik pasien DMT2 -hipertensi rawat jalan periode Januari - Desember 2024 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Analisis ketepatan terapi mengacu pada guideline JNC VIII, PERHI, PERKENI, dan ADA. Analisis statistik dilakukan dengan analisis chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan analisis terapi antidiabetes meliputi tepat indikasi (100%), tepat pasien (100%), tepat dosis (100%), tepat frekuensi (100%), dan tepat rute pemberian (100%). Adapun pada analisis terapi antihipertensi menunjukan tepat indikasi (100%), tepat pasien (97,3%), tepat dosis (100%), tepat frekuensi (100%), dan tepat rute pemberian (100%). Hasil perbaikan outcome klinis rata-rata kadar GDS dan/atau GDP baik pada pemeriksaan bulan pertama dan kedua sebanyak 37 pasien (100%) mengalami penurunan dan terkontrol, begitu juga pada hasil perbaikan outcome klinis rata-rata tekanan darah diastole 37 pasien (100%) mengalami penurunan dan terkontrol, namun berbeda dengan rata-rata tekanan darah sistol, beberapa pasien masih belum terkontrol. Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan antara ketepatan terapi dengan outcome klinis berupa GDS dan/GDP maupun tekanan darah dengan nilai p-value sebesar 1,000 (p>0,05).
Copyrights © 2026