Ketidakseimbangan sistem hemostasis dapat memicu pembentukan bekuan fibrin yang dapat menyumbat pembuluh darah berisiko menyebabkan gangguan sirkulasi. Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi untuk meningkatkan plasminogen menjadi plasmin enzim utama dalam proses fibrinolisis yang berperan memecah fibrin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fibrinolitik dari ekstrak etanol dan fraksi daun belimbing wuluh n-heksana, etil asetat, dan air menggunakan metode clot lysis. Daun belimbing wuluh dilakukan determinasi, diolah hingga menjadi serbuk. Penetapan susut pengeringan serbuk, ekstraksi serbuk dengan etanol 96%, penetapan kadar air ekstrak. Fraksinasi ekstrak dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Identifikasi senyawa kimia kromatografi lapis tipis. Uji fibrinolitik menggunakan metode clot lysis sampel darah kelinci dengan kontrol positif nattokinase dan kontrol negatif aquadest 1% tween, ekstrak etanol dan fraksi dibuat variasi konsentrasi 10, 20, dan 30 mg/ml. Pengujian fibrinolitik dengan metode clot lysis variasi konsentrasi 10, 20, dan 30mg/ml ekstrak dan fraksiSenyawa yang diduga memiliki aktivitas fibrinolitik yaitu flavonoid, saponin dan minyak atsiri. Hasil uji menunjukkan aktivitas tertinggi fraksi etil asetat konsentrasi 30mg/ml yaitu 89,72%. Hasil analisis data SPSS (Statistical Package For The Social Science) uji Post-Hoc Tukey menghasilkan fraksi etil asetat 30mg/ml memiliki aktivitas fibrinolitik yang tinggi karena berada pada subset yang sama dengan kontrol positif dan nilai yang didapatkan tidak berada jauh yaitu sebesar 96,54%. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) serta fraksi n-heksan, etil asetat, dan air, seluruhnya menunjukkan kemampuan fibrinolitik.
Copyrights © 2026