Diabetes melitus tipe 2 menjadi ancaman kesehatan global yang signifikan dengan prevalensi mencapai 562 juta jiwa pada tahun 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi 853 juta kasus pada tahun 2050. Terapi yang tersedia saat ini masih memiliki berbagai keterbatasan dan efek samping seperti infeksi saluran kemih dan resiko ketoasidosis euglikemik. Daun alpukat (Persea americana Mill.) diketahui mengandung berbagai senyawa polifenol yang berpotensi sebagai antidiabetes melalui mekanisme penghambatan Sodium glucose cotransporters 2 (SGLT-2). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas penghambatan senyawa polifenol daun alpukat terhadap protein SGLT 2 dengan pemanfaatan CAAD melalui molecular docking dan prediksi sifat ADMET. Penelitian menggunakan desain eksperimental berbasis komputer terhadap 30 senyawa polifenol daun alpukat dengan empagliflozin sebagai kontrol positif dan parasetamol sebagai kontrol negatif. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak ChemDraw, VegaZZ, DSV, PyRx, PyMOL, SwissADME, dan Toxtree. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syringic acid merupakan senyawa terbaik dengan RMSD 1,274 dan ΔG −6,4, ikatan residu asam amino spesifik dengan empaglifozin, memenuhi kriteria Lipinski’s Rule of Five, dan dalam kategori toksisitas rendah (class I) berdasarkan cramer rules. Sehingga dapat disimpulkan bahwa senyawa polifenol daun alpukat (Persea americana Mill.) menunjukkan potensi sebagai inhibitor SGLT-2 dengan syringic acid sebagai kandidat terbaik (ΔG −6,4 kkal/mol; RMSD 1,274 Å).
Copyrights © 2026