Diabetes melitus adalah gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadarglukosa darah (hiperglikemia), yang disebabkan oleh gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Di Asia Tenggara, Indonesia menempati peringkat ke-3 terbesar dalam jumlah penderita diabetes melitus Pengendalian kadar glukosa darah secara farmakologis yaitu dengan pemberian obat anti hiperglikemia oral (OHO) dan obat anti hiperglikemia suntik. Terapi ini biasanya diberikan bersamaan dengan terapi non farmakologi yaitu dengan pengaturan makan, edukasi, aktivitas fisik dan terapi komplementer. Terapi komplementer yang cocok digunakan untuk mengurangi kadar gula darah pada pasien diabetes yaitu terapi akupresur. Terapi akupresur dipercaya dapat membantu meningkatkan sirkulasi dan mengurangi kadar gula darah pasien diabetes melitus. Studi kasus ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan proses asuhan keperawatan keluarga yaitu dimulai dari pengkajian hingga evaluasi. Terapi akupresur dilakukan kepada pasien kelolaan yaitu Bapak H, Ibu L dan Ibu T. Penerapan terapi akupresur dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 2 minggu. Evaluasi dilakukan dengan cara mengecek kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukan terapi. Terdapat penurunan rata-rata kadar gula darah yang signifikan setelah diberikan terapi akupresur pada keluarga Bapak H yaitu 22,6 dan Ibu L yaitu 25 mg/dl, keluarga Ibu T khusunya Ibu T yaitu 3,2 mg/dl. Intervensi ini mampu menurunkan kadar gula darah dan sensasi kebas pada penderita diabetes melitus, sehinga latihan rutin dan juga dukungan keluarga sangat dibutuhkan sebagai manajemen terapi non farmakologis. Terapi akupresur yang dilakukan dalam jangka waktu yang lama akan memiliki dampak yang signifikan terhadap penurunan kadar gula darah.
Copyrights © 2026