Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Metode dan Strategi Pembelajaran Medication Administration pada Pendidikan Keperawatan untuk Mencegah Medication Error Dianti, Puteri; Musharyanti, Lisa
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 1 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i1.9494

Abstract

This research aims to identify various learning methods that have been used in teaching medication safety. The research method is a scoping review where articles are taken from several databases such as PubMed, ProQuest, Science Direct, and Springer Link from year to year. Keywords used include "learning methods", "learning strategies", "drug administration", and "nursing education". The results obtained by researchers found several learning strategies used in the drug administration learning process based on literature searches. In conclusion, several learning strategies used are simulation-based, 3D game simulation, Computer-Based Virtual Learning Environment (CBVLE), and Web-Based Virtual Learning Environment. Other methods include training based on the Teaching for Understanding (TfU) framework, lecture demonstration & video demonstration, flipped classroom (FC) learning with a near-peer education (NPE) approach, Medication Error Encouragement Training (MEET), and drug safety training using the 4C approach /ID. Keywords: Medication Administration, Medication Error, Learning Methods, Learning Strategies, Nursing Education.
Terapi Genggam Bola untuk Meningkatkan Mobilitas dan Mengendalikan Tekanan Darah Lansia di Panti Sosial Tesa, Auliana; Arneliwati, Arneliwati; Aziz, Ari Rahmat; Dianti, Puteri; Arini, Intan; Adesyahpuri, Diva; Fitriani, Dora; Nakhlah, Fidela; Fadhlia, Husna; Maisantri, Vivi; Putri, Shindi Rahmedani; Sukma, Melati; Fadhillah, Fadhillah; Handika, Yefma Feby
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.491

Abstract

Penurunan mobilitas pada lansia dapat berdampak pada kemandirian dan kualitas hidup, serta meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti hipertensi. Terapi genggam bola merupakan latihan fisik sederhana yang dapat meningkatkan kekuatan otot tangan, melancarkan sirkulasi darah, dan memberikan efek relaksasi psikis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian lansia melalui pelatihan terapi genggam bola di Panti Sosial Kota Pekanbaru. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi, dengan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Agustus 2025, diikuti oleh 10 lansia berusia ≥ 60 tahun. Hasil menunjukkan seluruh peserta mampu melakukan terapi secara mandiri dan mengalami penurunan tekanan darah sistolik rata-rata ±14 mmHg serta diastolik ±9 mmHg. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan motivasi untuk melakukan latihan secara rutin. Kegiatan ini membuktikan bahwa terapi genggam bola efektif sebagai intervensi non-farmakologis yang murah, mudah, dan dapat diintegrasikan ke dalam program pembinaan kesehatan lansia di panti sosial maupun komunitas.
Edukasi Cuci Tangan Tepung Sela Cipuput pada Anak Usia Prasekolah dengan Metode Audiovisual dan Demonstrasi Hanum, Syafrida; Pitaloka, Rika Diah; Tesa, Auliana; Siregar, Nabilah; Dianti, Puteri; Wahyuni, Surya; Cleodora, Cindy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.516

Abstract

Anak usia prasekolah memiliki kerentanan tinggi terhadap penyakit menular seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat imunitas yang belum matang serta keterbatasan perilaku hidup bersih, khususnya kebersihan tangan. Cuci tangan dengan benar terbukti efektif menurunkan angka kejadian penyakit menular pada kelompok usia ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan cuci tangan anak prasekolah melalui metode edukasi interaktif berbasis audiovisual dan lagu Tepung Sela Cipuput. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Agustus 2025 di TK Akramunnas Pekanbaru dengan peserta 53 anak prasekolah. Intervensi meliputi penayangan media audiovisual, demonstrasi, praktik bersama, serta penggunaan lagu edukatif sebagai media pembelajaran. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi keterampilan cuci tangan sesuai standar WHO pada pre dan post intervensi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan cuci tangan anak: sebelum intervensi 98,11% anak tidak mampu melakukan langkah cuci tangan dengan benar, sementara setelah intervensi 26,42% anak mampu melakukan seluruh langkah secara mandiri dan 73,58% mampu melakukan sebagian langkah dengan bantuan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edukasi partisipatif dengan kombinasi audiovisual, demonstrasi, dan lagu anak efektif meningkatkan keterampilan cuci tangan pada anak prasekolah. Metode Tepung Sela Cipuput yang sederhana, menyenangkan, dan kontekstual dapat menjadi alternatif strategi promosi kesehatan berbasis sekolah untuk membentuk kebiasaan hidup bersih sejak dini.
Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Masalah Diabetes Melitus menggunakan Penerapan Evidence Based Practice Terapi Akupresur di Wilayah Kerja Puskesmas Umban Sari Al Hisyam, Adany Sulthan; Dianti, Puteri; Octaviani, Deby
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4307

Abstract

Diabetes melitus adalah gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadarglukosa darah (hiperglikemia), yang disebabkan oleh gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Di Asia Tenggara, Indonesia menempati peringkat ke-3 terbesar dalam jumlah penderita diabetes melitus Pengendalian kadar glukosa darah secara farmakologis yaitu dengan pemberian obat anti hiperglikemia oral (OHO) dan obat anti hiperglikemia suntik. Terapi ini biasanya diberikan bersamaan dengan terapi non farmakologi yaitu dengan pengaturan makan, edukasi, aktivitas fisik dan terapi komplementer. Terapi komplementer yang cocok digunakan untuk mengurangi kadar gula darah pada pasien diabetes yaitu terapi akupresur. Terapi akupresur dipercaya dapat membantu meningkatkan sirkulasi dan mengurangi kadar gula darah pasien diabetes melitus. Studi kasus ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan proses asuhan keperawatan keluarga yaitu dimulai dari pengkajian hingga evaluasi. Terapi akupresur dilakukan kepada pasien kelolaan yaitu Bapak H, Ibu L dan Ibu T. Penerapan terapi akupresur dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 2 minggu. Evaluasi dilakukan dengan cara mengecek kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukan terapi. Terdapat penurunan rata-rata kadar gula darah yang signifikan setelah diberikan terapi akupresur pada keluarga Bapak H yaitu 22,6 dan Ibu L yaitu 25 mg/dl, keluarga Ibu T khusunya Ibu T yaitu 3,2 mg/dl. Intervensi ini mampu menurunkan kadar gula darah dan sensasi kebas pada penderita diabetes melitus, sehinga latihan rutin dan juga dukungan keluarga sangat dibutuhkan sebagai manajemen terapi non farmakologis. Terapi akupresur yang dilakukan dalam jangka waktu yang lama akan memiliki dampak yang signifikan terhadap penurunan kadar gula darah.