Perubahan iklim membawa dampak yang nyata dalam kehidupan masyarakat. Bencana hidrometeorologi adalah dampak dari perubahan iklim yang terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari 1 Januari hingga 31 Mei 2023 terdapat setidaknya 1.675 kejadian yang 99,1% didominasi oleh bencana hidrometeorologi. Dalam merespon bencana, masyarakat menggunakan kapasitas berupa sumber daya yang dimiliki dan dapat diakses.Kapasitas masyarakat dianalisis melalui pendekatan penghidupan berkelanjutan (sustainable livelihood approach), dengan mengidentifikasi lima sumber daya utama, yaitu alam, manusia, finansial, sosial, dan fisik. Wilayah Tugurejo RT 06 RW 1 dan RT 07 RW 5 menjadi area kunci karena memiliki potensi kebencanaan yang tinggi dan termasuk dalam permukiman kumuh menurut SK Walikota Semarang 050/275/2021. Area dipilih karena memiliki potensi kebencanaan paling tinggi di wilayah Kelurahan Tugurejo. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua wilayah memiliki skor yang relatif tinggi dalam hal sumber daya manusia dan sumber daya alam. Keduanya memiliki hasil homogen, yang dikarenakan terdapat kesamaan antara topografi, lingkungan fisik, dan aksesibilitas seperti fasilitas kesehatan yang menjadi aspek vital yang dapat memengaruhi aspek lain. Hasil kajian ini dapat digunakan secara efektif dalam menyusun RPPLH (Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup), membantu merumuskan kebijakan untuk memperkuat aksi lokal dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Copyrights © 2024