Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return on Asset (ROA), pertumbuhan penjualan, risiko bisnis, dan ukuran perusahaan terhadap struktur modal pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi seluruh perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar pada periode tersebut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga diperoleh 8 perusahaan dari total 23 populasi dengan periode pengamatan selama 5 tahun, menghasilkan 40 sampel penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, disertai uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) untuk menguji hipotesis secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Return on Asset (ROA) berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal, sedangkan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan. Risiko bisnis terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal, sementara ukuran perusahaan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Secara simultan, Return on Asset (ROA), pertumbuhan penjualan, risiko bisnis, dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Temuan ini memberikan implikasi bahwa perusahaan perlu mempertimbangkan faktor profitabilitas dan risiko bisnis dalam menentukan kebijakan struktur modal yang optimal. Selain itu, hasil penelitian ini juga memberikan wawasan bagi investor dalam menilai kondisi keuangan perusahaan sebelum melakukan keputusan investasi.
Copyrights © 2026