Wereng Batang Coklat (WBC) merupakan salah satu hama paling merugikan pada tanaman padi di Indonesia, dengan potensi kerusakan yang bisa mencapai gagal panen total. Petani selama ini masih mengandalkan cara manual dalam mendeteksi serangan hama mengandalkan pengalaman pribadi atau menunggu kedatangan penyuluh pertanian, yang tentu saja memakan waktu dan seringkali terlambat. Penelitian ini bertujuan membangun sistem pakar berbasis web yang mampu membantu petani dan penyuluh dalam mendiagnosa serangan WBC secara mandiri, cepat, dan akurat. Sistem dikembangkan menggunakan metode Backward Chaining, yaitu pendekatan inferensi yang memulai proses penalaran dari tujuan (hipotesis hama) lalu menelusuri ke belakang untuk mencari fakta-fakta pendukung berupa gejala yang diamati di lapangan. Penelitian dilaksanakan sebagai studi kasus di Kelompok Tani Hutan Tirtosari II, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Basis pengetahuan sistem terdiri dari 3 jenis hama wereng (WBC, Wereng Hijau, dan Wereng Punggung Putih), 27 gejala yang terklasifikasi ke dalam kategori visual, perilaku, kerusakan, dan lingkungan, serta 8 aturan diagnosis dengan nilai bobot antara 0,65 hingga 0,95. Sistem dibangun menggunakan PHP dan MySQL dengan antarmuka berbasis web yang responsif. Pengujian dilakukan melalui metode Black Box untuk memverifikasi fungsionalitas sistem dan White Box untuk memvalidasi logika algoritma Backward Chaining. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur utama berjalan sesuai yang diharapkan, dan algoritma mampu menghitung persentase kecocokan gejala dengan akurat serta memberikan rekomendasi pengendalian sesuai prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Copyrights © 2026