Pendidikan vokasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menuntut pembelajaran yang mampu mendukung penguasaan kompetensi kerja sekaligus mendorong kemandirian belajar peserta didik. Temuan ini bertujuan mengembangkan dan melakukan analisis penggunaan e-modul interaktif berbasis Cognitive load Theory dalam mendukung proses pembelajaran. Studi ini menerapkan pendekatan kuantatif deskriptif dengan desain pre-eksprerimental tipe one-shot case study pada 37 peserta didik kelas X di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di kabupaten Purwakarta. Sampel penelitian ditentukan menggunakan Teknik sampling jenuh, yaitu seluruh peserta didik dalam satu kelas dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar, angket beban kognitif, pengamatan, serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 89% peserta didik sudah mencapai ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 91,03 dan hasil uji binomial menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001. Selain itu, pengukuran beban kognitif menunjukkan Intrinsic Cognitive Load dikategorikan rendah dengan nilai mean 2,3459, Extraneous Cognitive Load dikategorikan sangat rendah dengan nilai mean 1,3946, dan Germane Cognitive Load berkategori sangat tinggi dengan nilai mean 3,5459. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa e-modul yang dikembangkan mampu mengelola beban kognitif peserta didik secara efektif sehingga dapat mendukung proses pembelajaran secara lebih optimal. Ke depan, penelitian serupa dapat dikembangkan dengan melibatkan cakupan materi yang lebih luas, jumlah peserta didik yang lebih beragam, serta menggabungkan berbagai fitur pembelajaran digital lainnya agar dapat berperan lebih luas dalam perbaikan mutu pembelajaran.
Copyrights © 2026