Analisis nilai tambah merupakan alat penting untuk menilai efisiensi dan kontribusi ekonomi industri pengolahan hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi alur proses pengolahan dan menganalisis nilai tambah dari bokar menjadi karet remah di PT Darma Kalimantan Jaya, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan periode analisisnya adalah satu kali proses produksi pada bulan Desember 2024. Pengumpulan data primer diperoleh melalui wawancara dengan pihak perusahaan, yaitu dengan kepala bagian umum perusahaan menggunakan kuisioner yang sudah disiapkan. Sedangkan data sekunder didapat dari buku-buku literatur, jurnal, artikel, dan dokumentasi pada pabrik PT Darma Kalimantan Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi pengolahan karet remah pada PT Darma Kalimantan Jaya terbagi menjadi 4 tahapan, yaitu proses penerimaan bahan baku, proses basah, proses kering, serta pengemasan dan penyimpanan. Nilai tambah yang dihasilkan PT Darma Kalimantan Jaya untuk satu kali produksi karet remah sebesar Rp10.574/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 43% (tinggi) Nilai tambah tersebut kemudian didistribusikan sebagai imbalan tenaga kerja sebesar Rp6.546/kg atau sebesar 62% dan keuntungan industri sebesar Rp4.028/kg atau sebesar 38%, menandakan bahwa industri ini tergolong padat karya dan berkontribusi nyata terhadap pendapatan tenaga kerja lokal.
Copyrights © 2026