Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Determinan Produk Domestik Regional Bruto Sektor Pertanian Antar Wilayah di Kalimantan Selatan (Pendekatan Geographically Weighted Panel Regression) Norarifin, Tri; Yanti, Nuri Dewi; Fauzi, Muhammad
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 21 No 3 (2025): Oktober, 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The agricultural sector plays a strategic role in the Indonesian economy, including in South Kalimantan, but its contribution to the Regional Gross Domestic Product (GRDP) varies unevenly across regions. This study aims to analyze the determinants of the agricultural sector GRDP in South Kalimantan both globally and spatially. Using panel data from 13 regencies/cities for the period 2020–2024, the analysis was conducted using two approaches is global panel regression and Geographically Weighted Panel Regression (GWPR). The results show that the GWPR model is significantly superior in capturing spatial heterogeneity compared to the global model, with a Cross Validation (CV) value of 0.0425 and R² of 0.7042. At the local level, the GWPR model was able to explain up to 86.76% of the variation in Tabalong Regency. Globally, plantation area, capital expenditure (lag 1), and the mining sector's contribution significantly affect agricultural GRDP. However, GWPR estimates reveal substantial spatial variation, the coefficient of plantation area ranges from 0.036 to 0.233 (highest in Tabalong), capital expenditure from 0.019 to 0.050, while the mining sector's contribution shows a consistently negative effect (–0.035 to –0.006), with the strongest impact in mining-intensive areas. These findings confirm the necessity of differentiated policy approaches tailored to the local characteristics of each region.
ANALISIS KEPUTUSAN PETANI DALAM MENENTUKAN KARAKTERISTIK PADI VARIETAS UNGGUL PADA USAHATANI PADI DI LAHAN PASANG SURUT KABUPATEN BARITO KUALA Yanti, Nuri Dewi; Zakiah, Amiratu; Radiah, Eka; Hamdani, Hamdani; Yusran, Fadly Hairannoor
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21683

Abstract

Penelitian ini menganalisis keputusan petani dalam menentukan karakteristik varietas unggul padi di lahan pasang surut Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini menjawab kebutuhan mendesak untuk memahami pemilihan varietas mengingat potensi besar lahan pasang surut sebagai lumbung pangan nasional yang disertai tantangan unik memerlukan adaptasi varietas spesifik. Penelitian bertujuan mengidentifikasi karakteristik petani dan menganalisis faktor utama yang mendasari keputusan petani dalam memilih karakteristik varietas unggul padi. Metode penelitian menggunakan survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah petani padi pengguna benih varietas unggul di Kecamatan Mandastana dan Belawang. Enam puluh responden dipilih menggunakan teknik probability sampling yang tersebar di Desa Karang Bunga dan Karang Buah. Analisis faktor terhadap 26 variabel karakteristik varietas unggul padi mengidentifikasi tiga faktor utama dengan eigenvalue >1 yang menjelaskan 68,488% total varians. Faktor pertama adalah Aspek Teknis (26,327% varians) meliputi umur tanaman, ketahanan terhadap hama dan penyakit, adaptabilitas terhadap lingkungan pasang surut, kemudahan budidaya, dan tingkat produktivitas. Faktor kedua adalah Kualitas Beras (21,838% varians) mencakup tekstur, rasa, aroma, warna beras, kadar amilosa, dan daya simpan. Faktor ketiga adalah Aspek Ekonomi (20,323% varians) terdiri dari harga benih, biaya produksi, harga jual gabah, stabilitas harga pasar, dan tingkat keuntungan. Uji Kaiser-Meyer-Olkin menunjukkan nilai 0,847 (>0,5) dengan Bartlett Test signifikan (p<0,001), mengindikasikan kesesuaian data untuk analisis faktor. Variabel dengan factor loading rendah (<0,5) seperti tinggi tanaman, panjang malai, habit, dan rekomendasi penyuluh merupakan pertimbangan sekunder dalam pengambilan keputusan petani.