Perbedaan penggunaan bahasa dalam masyarakat dipengaruhi oleh faktor geografis, budaya, dan gender, dengan gender mempengaruhi sifat bahasa yang digunakan, seperti yang terlihat jelas dalam perbedaan ragam bahasa antara laki-laki dan perempuan dalam bahasa Jepang melalui penggunaan pronomina, partikel kalimat, dan interjeksi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui ragam bahasa yang digunakan oleh tokoh utama yang merupakan okama (waria). Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan ragam bahasa tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kontekstual berdasarkan sumber data berupa percakapan tokoh Baajin, Moririn, dan Zubuko dalam film Himitsu no Nacchan, yang dikumpulkan melalui metode simak dan catat. Teori yang digunakan dalam analisis ini meliputi teori sosiolinguistik, teori sintaksis, serta teori faktor penggunaan ragam bahasa oleh Ervin-Tripp. Berdasarkan analisis penanda linguistik berupa shuujoshi (partikel akhir), ninshou daimeishi (pronomina persona), dan kandoushi (interjeksi) yang digunakan oleh tokoh utama, ditemukan 23 data penggunaan joseigo (ragambahasa wanita), tujuh data pengunaan danseigo (ragam bahasa pria), dan dua data penggunaan onee kotoba (ragam bahasa waria). Pengggunaan ragam bahasa tersebut dilatar belakangi oleh faktor partisipan dalam interaksi, faktor latar dan situasi interaksi, serta faktor fungsi interaksi. Berdasarkan analisis data, dapat diketahui tokoh utama cenderung menggunakan joseigo dibanding onee kotoba ketika berinteraksi dengan sesama okama atau dengan orang dekat. Sementara danseigo digunakan ketika tokoh utama menutupi identitasnya sebagai okama atau ketika sedang marah. Penelitian ini dilakukan sebagai penyumbang ilmu dalam bidang sosoiolinguistik, khususnya dalam memahami hubungan faktor sosial dengan ragam bahasa yang digunakan oleh tokoh utama dalam film Himitsu no Natchan karya Yasujiro Tanaka.
Copyrights © 2026