Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena, yaitu: Desa Guntung Pertama, kurangnya kemampuan kader dalam melaksanakan program. Kedua, pelaksanaan cenderung formalitas. Ketiga, kurangnya dukungan dana dari desa untuk PMT balita pada kegiatan BKB. Desa Padang Luar Pertama, kurangnya sarana dan prasarana dalam pelaksanaan Program Tribina. Kedua, jadwal kegiatan kurang fleksibel. Ketiga, kurangnya dukungan dana dari desa untuk PMT balita pada kegiatan BKB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini, sumber data ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 22 orang. Setelah data terkumpul, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas Program Tribina kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara (studi kasus Desa Guntung dan Desa Padang Luar) saat ini kurang efektif yang diukur berdasarkan teori Campbell J.P dalam (Muhamad sawir, 2020:127) Hal tersebut dapat dilihat pada 5 sub variabel dan 10 indikator rata-rata bisa dikatakan berjalan dengan kurang efektif walaupun ada yang cukup efektif. Adapun faktor pendukung, yaitu: Keberhasilan program tribina dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pembinaan keluarga; Beberapa masyarakat merasa puas terhadap pendampingan dan penyuluhan yang diberikan oleh kader; Kesaadaran masyrakat meningkat akan pentingnya pembinaan keluarga menuju keluarga berkualitas melalui program Tribina. Sedangkan faktor penghambat yaitu: Sumber daya manusia (SDM) kader masih kurang;Pelaksanaan yang kurang dalam memenuhi kebutuhan masyarakat;Jadwal kegiatan yang sering berubah menyebabkan rendahnya minat partisipasi warga, karena kurangnya terkoordinasi dengan waktu kerja atau aktivitas utama warga;kurangnya dana pemerintah desa dalam pemenuhan sarana dan prasarana program.
Copyrights © 2026