Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN KYAI UNTUK MENINGKATKAN SPIRITUAL QUOTIENT Baihaqi, Ahmad
Dakwah Vol 3 No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.481 KB)

Abstract

According to Durkheim, the most basic socio-religious character of every belief lies in "the Sacred". In any religious community, the world is divided into two separate parts, the "sacred world" and the "profane world";these twoare not similar to natural and supernatural. Sacred elements are always interpreted as something superior, powerful, and, under normal conditions, untouched and always respected. Conversely, profane elements are parts of daily life and ordinary. The main concentration of religion lies in the Sacred .
Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi dan Religiusitas Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT. Unza Vitalis Salatiga Baihaqi, Ahmad
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 6, No 2 (2015): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/muqtasid.v6i2.43-64

Abstract

The study examined the influence of leadership, motivation and religiosity on job satisfaction at. Unza Vitalis Salatiga. Regression model of this quantitative research is: Y = -44.504 + 0.290 K + M + 0,270 R 1,070. The research concluded that leadership, motivation, and religiosity positive and significant impact on job satisfaction of employees of PT. Unza Vitalis Salatiga. Leadership, motivation and religiosity simultaneously affect job satisfaction with the positive and significant at PT. Unza Vitalis Salatiga. The most dominant variable in influencing job satisfaction is work motivation.Studi ini meneliti pengaruh kepemimpinan, motivasi kerja dan religiusitasterhadap kepuasan kerja pada PT. Unza Vitalis Salatiga. Model persamaanregresi dari penelitian kuantitatif ini adalah: Y= -44,504 + 0,290 K + 1,070M + 0,270 R. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa kepemimpinan, motivasi kerja, dan religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Unza Vitalis Salatiga. Kepemimpinan, motivasi kerja dan religiusitas secara simultan mempengaruhi kepuasan kerja dengan positif dan signifikan pada PT. Unza Vitalis Salatiga. Variabel paling dominan dalam mempengaruhi kepuasan kerja adalah motivasi kerja.
Pengembangan Media Kartu Uno Flip I’rab dan Penggunaannya dalam Pembelajaran Nahwu di Madin Matholi’ul Huda Baihaqi, Ahmad; Khasairi, Moh.
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 9 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i92024p929-941

Abstract

Ilmu nahwu merupakan cabang ilmu yang mengkaji aturan dan gramatika bahasa Arab. Di dalamnya, terdapat beberapa bab yang menjelaskan tata cara berbahasa Arab dengan baik dan benar sesuai kaidah. I’rab adalah salah satu materi dasar dalam ilmu nahwu yang harus dikuasai sebelum mempelajari materi-materi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran "UNO Flip I’rab" serta menguji kelayakan dan efektivitas penggunaannya dalam pembelajaran nahwu bab I’rab melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development), dengan langkah-langkah mencari referensi dari berbagai sumber, menganalisis, kemudian merancang media. Angket validasi dan uji coba digunakan untuk mengukur kelayakan media "UNO Flip I’rab", sementara wawancara, pretest, dan posttest digunakan sebagai data untuk menilai efektivitas media. Berdasarkan hasil validasi, ahli materi memberikan persentase kelayakan sebesar 92,3 persen, sementara ahli media memberikan 76,8 persen, yang menunjukkan bahwa media ini sangat valid. Uji kelayakan media memperoleh persentase sebesar 80,7 persen, sehingga media ini dinyatakan sangat layak digunakan. Efektivitas media diukur melalui peningkatan hasil belajar dengan nilai rata-rata pretest sebesar 50,69 dan rata-rata posttest sebesar 89,15. Antusiasme siswa dalam menggunakan media "UNO Flip I’rab" pada pembelajaran Nahwu juga sangat tinggi.
PERBANDINGAN KUALITAS PERMUKAAN PROSES FACING MATERIAL S45C BERDASARKAN VARIASI JUMLAH INSERT DAN FEEDING Baihaqi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11 No 2 (2023): JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/jitm.v11i2.7060

Abstract

Di era perkembangan industi manufaktur saat ini sudah seharusnya sebuah perusahaan manufaktur dapat memenuhi tuntutan produksi produk secara massal dalam waktu yang relatif singkat dengan tetap mempertimbangkan kualitas produk yang baik. Salah satu tolak ukur dari kualitas produk yang paling umum adalah kekasaran permukaan. Kekasaran permukaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kondisi pemotongan benda kerja, parameter pemotongan, dan juga pemilihan alat potong, namun penelitian terkait pengaruh penggunaan jumlah sisi potong terhadap kekasaran permukaan masih terbatas terutama di Indonesia. Oleh karena itu untuk memperdalam studi terkait hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas permukaan melalui nilai kekasaran permukaan material baja S45C dalam proses facing menggunakan mesin CNC milling melalui beberapa variasi jumlah sisi potong facemill dan feeding atau feed per tooth (fz), sehingga faktor yang mempengaruhi kekasaran pada permukaan dapat dikaji lebih lanjut. Alat potong yang akan digunakan pada proses facing material S45C nantinya adalah cutter facemill dengan insert carbide, nilai Vc (cutting speed) yang digunakan adalah 100 m/min dan variasi nilai feeding (fz) yang dipakai diantaranya 0,15, 0,2, dan 0,25 mm, variasi jumlah insert adalah 6, 3, dan 1. Nilai kekasaran diperoleh dari pengukuran menggunakan alat ukur surface roughness tester Mitutoyo SJ-140. Hasil yang didapatkan adalah variasi nilai fz dan jumlah insert menunjukkan pengaruhnya terhadap nilai kekasaran (Ra) meskipun masih bersifat fluktuatif, dimana pada nilai fz 0,2 memiliki permukaan paling kasar dan pada nilai fz 0,15 paling halus, untuk jumlah insert 3 memiliki permukaan paling kasar dan pada insert 1 memiliki permukaan terhalus.
IMPLEMENTASI PROGRAM INDONESIA PINTAR (PIP) DI MTsN 3 HSU KECAMATAN BABIRIK KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Baihaqi, Ahmad
Administraus Vol. 7 No. 3 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v7i3.233

Abstract

This research aims to understand the implementation of the Indonesia Pintar Program (PIP) at MTsN 3 HSU Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara. The study uses a qualitative approach with a descriptive-qualitative type. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Based on the discussion and research conducted by the author at Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 HSU Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara, the following conclusions can be drawn: Communication Aspect: Transmission Indicator: Not yet effective, as some parents of students do not fully understand the Indonesia Pintar Program. Clarity Indicator: Not yet good. Consistency Indicator: Good. Resource Aspect: Human Resources (Staff) Indicator: Inadequate, due to a lack of expert staff responsible for implementing the Indonesia Pintar Program. Information Indicator: Not yet optimal. Authority Indicator: Good. Facilities Indicator: Adequate, with available laptops and computers. Disposition Aspect: Attitude Indicator: Good, with implementers performing their duties well according to the applicable technical guidelines. Bureaucratic Structure Aspect: Standard Operating Procedures (SOP) Indicator: Present and well-implemented, including socialization, data collection, proposing students as recipients of the Indonesia Pintar Program funds, and the disbursement process. Fragmentation/Responsibility Distribution Indicator: Good, with policy implementers performing their tasks according to their respective duties. Keywords:  Implementation; Smart Indonesia Program ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dalam Implementasi Program Indonesia Pintar (PIP) Di MTSN 3 HSU Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif- kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian penulis di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 HSU Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :Implementasi Program Indonesia Pintar (PIP) di MTsN 3 HSU Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara masih belum optimal dilihat dari : Pertama, pada aspek komunikasi diketahui pada indikator transmisi belum efektif karena masih ada sebagian orang tua siswa/i yang belum memahami sepenuhnya tentang Program Indonesia Pintar. Berikutnya pada indikator kejelasan belum baik . Kemudian pada indikator konsistensi sudah baik .  Kedua, pada aspek sumber daya diketahui pada indikator sumber daya manusia (staf) masih belum memadai karena masih kurangnya staf ahli yang bertugas dalam pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP). Berikutnya pada indikator informasi juga belum optimal. Kemudian pada indikator wewenang sudah baik. Selanjutnya pada indikator fasilitas yang tersedia sudah memadai seperti tersedianya laptop dan komputer. Ketiga, pada aspek disposisi diketahui pada indikator sikap para pelaksana sudah baik dalam menjalankan tugasnya dalam implementasi Program Indonesia Pintar dan telah mengacu pada petunjuk teknis yang berlaku. Keempat, pada aspek struktur birokrasi diketahui pada indikator Standar Operasional Prosedur (SOP) sudah ada dan sudah dijalankan dengan baik mulai dari melakukan sosialisasi, mendata dan mengusulkan siswa/i calon penerima dana Program Indonesia Pintar, dan melakukan proses pencairan dana hingga sampai kepada penerima dana. Berikutnya pada indikator fragmentasi/penyebaran tanggungjawab sudah baik karena pelaksana kebijakan sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan tugasnya masing-masing
Papaya Shredded Processing Training as a Business Opportunity for KKN Students in Brumbungan Lor Village Abdillah, Hartawan; Zuhro, Mimik Umi; Baihaqi, Ahmad; Fathiyah, Siti; Candrayani, Dini Cipta
Abdi Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v5i2.5903

Abstract

Probolinggo is one of the regencies that is famous for its abundant papaya fruit income, this is one of the interesting ingredients to be created by the nation's children in order to stabilize the Indonesian economy. The utilization of papaya fruit is an interesting business opportunity to be pursued, in meeting these objectives, this research article is published which focuses on processing young papaya into shredded which has a high and healthy taste that can be consumed as a substitute for side dishes, and for snacks from children to adults, as well as training in the Brumbungan Lor Village Community. The samples used in this study were 3 young papaya fruits obtained around Brumbungan. The processing technique was done by shredding, draining and frying. The result is shredded papaya which has a high taste and produces a distinctive color, taste, and aroma.
KINERJA PEGAWAI PELAYANAN ADMINISTRASI TERPADU KECAMATAN (PATEN) PADA KANTOR KECAMATAN DANAU PANGGANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 4 No. 1 (2022): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.4.1.38

Abstract

Kinerja pegawai merupakan hal yang bersifat individu, karena setiap pegawai mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda dalam mengerjakan tugasnya. Penelitian ini dilatar belakang kurangnya Pemahaman dan pengetahuan pegawai mengenai tugas dan tanggung jawab mengenai Kinerja Pegawai Seksi Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Kinerja Pegawai, faktor-faktor yang menghambat kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Sumber data diambil melalui purposive sampling berjumlah 11 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul dianalisis menggunakan Teknik Reduksi data, Penyajian data, dan penarikan kesimpulan, maka uji krealibitas data, perpanjangan pengamatan, menin gkatkan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, menggunakan bahan referensi, mengadakan member check. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kinerja Pegawai Seksi Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) Pada Kantor Kecamatan Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara, belum baik. Pertama, Efektif pada indikator Output yang di hasilkan oleh pegawai kantor Kecamatan Danau Panggang masih belum mencapai tujuan yang di inginkan. Kedua, Efisien pada indikator proses pelayanan masih belum berjalan dengan baik. Ketiga, Kualitas pada indikator kebutuhan masyarakat yang belum di penuhi dan harapan masyarakat belum di penuhi. Keempat, Ketepatan waktu pada indikator kecermatan pegawai masih belum baik dan pekerjaan cepat dan tepat masih belum di laksanakan dengan baik. Kelima, Produktivitas pada indikator Tingkat Produktivitas pegawai kantor Kecamatan Danau Panggang masih belum baik. Keenam, Keselamatan pada indikator lingkungan kerja yang aman sudah baik dan lingkungan kerja yang harmonis sudah baik. Faktor -faktor penghambat Kecermatan pegawai yang masih belum baik serta masih kurangnya kecepatan dan ketepatan pegawai dan tingkat produktivitas yang masih belum baik, faktor-faktor pendorong sarana dan prasarana yang lengkap dan disikap pegawai yang ramah tanah dalam meberikan pelayanan. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kinerja pegawai seksi Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan pada kantor kecamatan Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah: memberikan pelayanan yang cepat dan tepat dan meningkatkan Kecermatan Pegawai.
EFEKTIVITAS PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA CANGKERING KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 3 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.3.259

Abstract

Efektivitas merupakan keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun fenomena masalahnya yaitu penerima program bantuan langsung tunai belum tepat sasaran, masyarakat tidak memahami tentang program BLT, pelaksanaan program BLT belum tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Program BLT-DD, dan faktor-faktor yang mempengaruhi Efektivitas Program BLT-DD di Desa Cangkering Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan informan secara purposive sampling berjumlah 13 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis meliputi teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya yaitu efektivitas program BLT belum efektif. Indikator yang belum efektif yaitu pengetahuan masyarakat terhadap program, sumber informasi tentang program, ketepatan penerima manfaat, kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat, kesesuaian waktu pelaksanaan dengan rencana yang ditetapkan, perubahan kondisi sosial masyarakat, dan perubahan kondisi ekonomi masyarakat. Sedangkan yang sudah efektif yaitu kesesuaian program dengan harapan masyarakat, keberlanjutan program, kecapaian tujuan, dan kebermanfaatan program. Adapun faktor yang mempengaruhinya yaitu, pengetahuan masyarakat terhadap program kurang, sumber informasi yang diberikan kurang, penentuan penerima BLT belum tepat sasaran, tidak sesuainya program BLT dengan kebutuhan, waktu pembagian dana BLT tidak jelas, perubahan kondisi sosial masyarakat tidak signifikan, dan perubahan kondisi ekonomi masyarakat tidak signifikan Untuk mengoptimalkan efektivitas program diharapkan kepada pemerintah desa agar mensosialisasikan program BLT, Kemudian waktu pelaksanaan disesuaikan. Kepada penerima BLT diharapkan lebih memahami mekanisme, manfaat, tujuan dari BLT. dan yang tidak menerima BLT agar menanyakan langsung kepada aparat supaya tidak ada kesalahpahaman
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ZAKAT DALAM PROGRAM HULU SUNGAI UTARA MAKMUR BERUPA BANTUAN MODAL USAHA PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 1 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.1.272

Abstract

Fenomena yang terjadi diantaranya sulitnya penerima manfaat dalam pembinaan program, penyebaran bantuan belum merata di setiap Kecamatan, dana bantuan yang diterima masih kurang atau minim, serta terbatasnya sarana operasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas Pengelolaan Zakat Dalam Program Hulu Sungai Utara Makmur Berupa Bantuan Modal Usaha Pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktor apa saja yang mempengaruhinya. Metode pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif dengan . Sumber data teknik penarikan informan Purposive Sampling sebanyak 15 orang informan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Di analisis dengan teknik data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dikaji dengan uji kredibilitas data yakni perpanjang pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, menggunakan bahan referensi, dan mengadakan member check. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Pengelolaan Zakat Dalam Program Hulu Sungai Utara Makmur Berupa Bantuan Modal Usaha Pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Hulu Sungai Utara kurang efektif. Indikator yang kurang efektif meliputi mekanisme kegiatan, tingkat output terhadap pencapaian tujuan, realisasi, memenuhi kebutuhan penerima, ketersediaan dana, dampak, pencapaian target program dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Indikator yang sudah efektif meliputi kemampuan melaksanakan program, kualitas jasa dan pelaksanaan tugas organisasi dalam pencapaian tujuan. Faktor-faktor penghambat meliputi sebagian mustahik tidak mempunyai nomor telepon aktif sehingga sulit dihubungi, tidak adanya batasan dari BAZNAS mengenai jumlah pendaftar perkecamatan, keterbatasan sosialisasi, kurangnya dukungan dari pemerintah daerah dan belum adanya mustahik yang keluar dari garis kemiskinan. Adapun faktor pendorong meliputi pelayanan mudah didapatkan, tingkat pendidikan dan pelatihan koordinator pendamping program serta pembinaan dan pendampingan yang bersifat ramah. Kepada mustahik yang tidak memiliki nomor telepon aktif untuk memberi nomor telepon yang baru, kepada BAZNAS untuk melakukan pembatasan kouta maksimal penerima program perkecamatan, kepada BAZNAS agar sosialisasi lebih dilakukan kepada masyarakat, kepada pemerintah daerah agar memberikan dukungan untuk operasional dan kepada penerima manfaat agar mengelola bantuan dengan baik sehingga usaha menjadi lebih berkembang dan meningkat.
EFEKTIVITAS PROGRAM POSYANDU LANSIA PADA PUSKESMAS KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (Studi Kasus Desa Kota Raden Hulu, Desa Kota Raden Hilir dan Desa Kandang Halang) Amelia, Radika; Budiman, Arif; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.306

Abstract

Efektivitas adalah tingkat pencapaian tujuan atau sasaran organisasional sesuai dengan yang telah ditetapkan. Efektivitas Program Posyandu Lansia pada Puskesmas Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Studi Kasus Desa Kota Raden Hulu,Desa Kota Raden Hilir dan Desa Kandang Halang) belum efektif, karena kurangnya sosialisasi pengetahuan masyarakat, kurangnya tenaga medis, dan adanya keterbatasan anggaran dana desa yang dikelola oleh Aparat Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Program Posyandu Lansia pada Puskesmas Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Studi Kasus Desa Kota Raden Hulu,Desa Kota Raden Hilir dan Desa Kandang Halang). Berdasarkan hasil penelitian di ketahui Efektivitas Program Posyandu Lansia pada Puskesmas Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Studi Kasus Desa Kota Raden Hulu,Desa Kota Raden Hilir dan Desa Kandang Halang) cukup efektif, namun ada beberapa hal yang perlu di tingkatkan lagi kegiatan sosialisasi ke masyarakat lanjut usia, penyediaan kebutuhan yang sesuai dengan kondisi kesehatan, serta kejelasan sasaran program terkait kategori umur masyarakat yang berkunjung. Adapun faktor-faktor penghambatnya yaitu kurangnya sumber daya manusia, anggaran dana, tenaga medis serta pengawasan. Disarankan kepada Kepala Desa Kota Raden Hulu,Desa Kota Raden Hilir dan Desa Kandang Halang lebih meningkatkan pengelolaan terkait anggaran dana desa yang di perlukan, Kader posyandu Desa Kota Raden Hulu,Desa Kota Raden Hilir dan Desa Kandang Halang lebih meningkatkan penyuluhan ke tiap rumah yang terdapat lansia dan sosialisasi setiap 2 bulan sekali, Masyarakat lansia Desa Kota Raden Hulu, Desa Kota Raden Hilir dan Desa Kandang Halang lebih meningkatkan dan mempertahankan kemandirian dengan cara lebih aktif dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat positif.