Pencapaian tujuan strategis suatu instansi sangat bergantung pada integrasi dimensi fisik dan nonfisik dalam ekosistem kerja. Penelitian ini menyoroti kondisi operasional di Dinas Sosial Kabupaten Hulu Sungai Utara yang dinilai belum optimal. Terdapat kendala signifikan berupa keterbatasan perangkat krusial seperti komputer dan printer yang memicu inefisiensi waktu, serta absennya ruang istirahat yang berdampak pada penurunan moral dan fokus kerja. Selain itu, lemahnya sinergi dan kolaborasi antarpegawai turut menghambat kualitas hasil kerja. Oleh karena itu, studi ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai secara kuantitatif deskriptif. Melibatkan seluruh populasi sebanyak 35 pegawai melalui teknik total sampling, data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana via SPSS 25. Hasil pengujian menunjukkan dampak yang sangat signifikan, dibuktikan dengan nilai t-hitung (10.544) yang jauh melampaui t-tabel (2.032) serta nilai signifikansi 0,000. Variabel lingkungan kerja terbukti memberikan kontribusi sebesar 61,4% terhadap fluktuasi kinerja pegawai, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti. Meskipun demikian, validitas studi ini terbatas pada satu variabel bebas dan subjektivitas responden kuesioner. Sebagai langkah perbaikan, instansi disarankan segera melengkapi fasilitas penunjang dan membina kekompakan tim. Bagi peneliti selanjutnya, sangat direkomendasikan untuk menambahkan variabel kompleks seperti gaya kepemimpinan atau motivasi, serta mengombinasikan metode pengumpulan data agar hasil analisis lebih komprehensif dan akurat.
Copyrights © 2026