Keselamatan lalu lintas merupakan persoalan publik yang terus mendapat perhatian karena tingginya tingkat pelanggaran dan kecelakaan yang didominasi oleh faktor manusia. Salah satu kebijakan administrasi publik yang diterapkan untuk menekan risiko tersebut adalah kewajiban mengikuti tes psikologi dalam proses penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tes psikologi sebagai instrumen administrasi publik terhadap peningkatan keselamatan berkendara di Satpas Polres Hulu Sungai Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pemohon SIM A dan SIM C. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik probability sampling, sedangkan analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes psikologi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keselamatan berkendara. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi psikologis pengendara, seperti stabilitas emosi, pengendalian diri, dan kemampuan kognitif, berperan penting dalam membentuk perilaku berkendara yang aman. Dengan demikian, pelaksanaan tes psikologi perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya sebagai bagian dari pelayanan publik yang berorientasi pada perlindungan keselamatan masyarakat.
Copyrights © 2026