Penelitian ini berjudul “Efektivitas Pelaksanaan Program Tribina Di Desa Tabing Lering Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara” yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pelaksanaan program tribina tersebut. Permasalahan yang dihadapi meliputi kurangnya kemampuan kader Tribina di Desa Tabing Lering, kurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Tribina dan kurangnya Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif-kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap sepuluh informan yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji kredibilitas dilakukan melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Pelaksanaan Program Tribina Di Desa Tabing Lering Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara cukup efektif yang dapat dilihat dari indikator cukup baik dan kurang baik yaitu: Pertama, aspek keberhasilan program indikator kemampuan kader kurang efektif, indikator mekanisme kegiatan cukup efektif. Kedua, aspek keberhasilan sasaran dari indikator pencapaian tujuan cukup efektif, indikator kebijakan dan prosedur kurang efektif. Ketiga, aspek kepuasan terhadap program berdasarkan indikator pemenuhan kebutuhan kurang efektif, dan indikator kualitas jasa layanan cukup efektif. Keempat, pada aspek tingkat input dan output berdasarkan indikator partisipasi masyarakat kurang efektif. Pada indikator sarana dan prasarana cukup efektif. Kelima, aspek pencapaian tujuan menyeluruh berdasarkan indikator meningkatkan kesadaram cukup efektif. Pada indikator meningkatkan kemampuan dan peran serta keluarga cukup efektif Efektivitas Pelaksanaan Program Tribina Di Desa Tabing Lering Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara terbagi dua yaitu: faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukungnya ialah kualitas jasa layanan yang baik, dukungan fasilitas oleh pemerintah desa dan kesadaran masyarakat meningkat akan pentingnya pembinaan keluarga menuju keluarga berkualitas dengan mengikuti Program Tribina. faktor penghambatnya ialah penyampaian materi yang masih belum optimal, keterbatasan dana menu PMT dan jadwal kegiatan yang sering berubah-ubah.
Copyrights © 2026