Seni ukir Jepara memiliki nilai estetika yang tinggi dan memiliki makna simbolik yang menunjukkan identitas budaya masyarakat setempat. Seni ukir tradisional menghadapi tantangan karena perubahan selera pasar, regenerasi pengrajin, dan tuntutan inovasi produk di tengah arus globalisasi dan modernisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari nilai estetika seni ukir Jepara sebagai representasi budaya dan bagaimana nilai estetika tersebut berubah ketika mereka mendorong kreativitas pengrajin untuk menghadapi tantangan modernitas. Studi ini dilakukan dengan metode studi kasus di Desa Teluk Awur, Jepara, dan menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan studi kasus yang dilakukan di Desa Teluk Awur, Jepara. Setelah data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara semi-terstruktur, dan observasi, model Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai estetika seni ukir Jepara tidak hanya berfungsi sebagai representasi budaya lokal, tetapi juga mengalami perubahan dalam bentuk, fungsi, dan desain, yang mendorong kreativitas pengrajin. Perubahan ini memungkinkan seni ukir Jepara tetap lestari dan tetap sesuai dengan persyaratan pasar modern dan pertumbuhan ekonomi kreatif yang didasarkan pada budaya lokal.
Copyrights © 2026