Salah satu motif khas Kudus adalah batik Parijoto, yang berasal dari buah Parijoto (Medinilla speciosa), yang tumbuh di lereng Gunung Muria. Buah ini memiliki makna doa, keberkahan, dan harapan untuk masyarakat. Namun, pemahaman masyarakat tentang makna filosofis dan estetis dari motif Batik Parijoto masih terbatas. Akibatnya, diperlukan kajian lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki sejarah penciptaan motif Batik Parijoto, proses kreatif yang digunakan oleh perajin, makna estetis dan simbolik yang terkandung di dalamnya, dan bagaimana fungsinya berubah dalam perkembangan budaya dan industri kreatif modern. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Untuk mengumpulkan data, observasi lapangan, wawancara mendalam dengan perajin batik, dan dokumentasi visual digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika Batik Parijoto tercermin dalam stilasi bentuk buah dan daun yang mempertahankan karakter aslinya, penggunaan warna yang harmonis, dan nilai simbolik yang terkait dengan kesuburan dan spiritualitas. Selain itu, motif Parijoto berubah menjadi fungsi yang dapat disesuaikan untuk berbagai produk kontemporer sambil mempertahankan identitas budaya lokal. Oleh karena itu, Batik Parijoto memiliki peran penting sebagai warisan budaya Kudus yang memiliki nilai estetika yang harus dilestarikan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026