Kemiskinan tetap menjadi tantangan utama dalam pembangunan di Provinsi Jawa Timur, walaupun laju pertumbuhan ekonominya terlihat cukup stabil. Ketimpangan antara kemajuan ekonomi dan distribusi kesejahteraan kemungkinan besar dipicu oleh aspek-aspek makroekonomi, terutama laju inflasi dan angka pengangguran yang belum terserap. Kajian ini dimaksudkan untuk menyelidiki dampak kedua faktor tersebut pada tingkat kemiskinan di wilayah tersebut. Pendekatan yang diterapkan adalah metode kuantitatif melalui analisis regresi linier ganda, dengan menggunakan data deret waktu dari tahun 2007 hingga 2020 yang bersumber dari laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa baik inflasi maupun tingkat pengangguran terbuka memberikan kontribusi positif dan bermakna terhadap angka kemiskinan, baik secara individu maupun secara bersama-sama. Koefisien determinasi yang mencapai 0,733 menunjukkan bahwa 73,3 persen fluktuasi kemiskinan dapat dijelaskan oleh kedua variabel bebas dalam model tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh elemen-elemen lain di luar ruang lingkup kajian ini. Hasil ini menekankan urgensi pengendalian inflasi serta langkah-langkah untuk memperluas kesempatan kerja sebagai langkah strategis dalam upaya mengurangi kemiskinan di Jawa Timur.
Copyrights © 2026