Alih fungsi lahan di Kabupaten Sorong menyebabkan penurunan produktivitas padi karena sebagian besar petani memilih mengubah sawah mereka menjadi lahan hortikultura terutama cabai rawit. Petani menilai bahwa budidaya cabai memberikan keuntungan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan padi. Matdoan (2025) mencatat bahwa sekitar 64 hektare lahan sawah telah beralih fungsi menjadi pertanian hortikultura. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods, menggabungkan pendekatan kualitatif untuk memahami alasan petani mengalihkan lahan dan pendekatan kuantitatif untuk mengukur faktor yang memengaruhi keputusan tersebut. Penelitian dilakukan di Distrik Mariat, Mayamuk, dan Salawati dengan melibatkan 30 petani yang dipilih melalui snowball sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan literatur terkait, kemudian dianalisis menggunakan skala likert dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih fungsi lahan terutama dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu tuntutan ekonomi (93,5%) dan pendapatan (72%). Dari faktor eksternal, peluang kerja baru menjadi pendorong utama dengan skor 84,3%, sementara kebijakan pemerintah memiliki pengaruh rendah sebesar 35,3%. Secara ekonomi, pendapatan petani cabai yang mencapai Rp49.775.833 jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan petani padi sebesar Rp20.551.742, sehingga budidaya cabai rawit dinilai lebih menguntungkan dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Copyrights © 2026