Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

COMPETITIVENESS OF INDONESIAN NON-HUMAN CONSUMPTION SEAWEED IN THE CHINA MARKET Sudirman, Hendra; Hadija Samual, Sitti; Mawanti Athirah, Aldila
JOURNAL OF MANAGEMENT, ACCOUNTING, GENERAL FINANCE AND INTERNATIONAL ECONOMIC ISSUES Vol. 2 No. 2 (2023): MARCH
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/marginal.v2i2.592

Abstract

China is the largest importer of seaweed globally, and Indonesia is one of the countries that exports seaweed to China. Other exporting countries such as Chile and Peru also supply seaweed to China. This study aims to analyze the competitiveness of Indonesian seaweed (HS 121229) in comparison to seaweed from other exporting countries and to investigate the demand for Indonesian seaweed and other seaweed-exporting countries in the Chinese market. The study utilized export data from exporting countries that supplied China's seaweed requirements between 2012 and 2021. Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) and Almost Ideal Demand System (AIDS) were used for data analysis. The findings revealed that Indonesian seaweed (HS 121229) has a comparative advantage in the Chinese market. However, Indonesian seaweed's comparative advantage is still lower than its competitors. The demand for Indonesian seaweed in the Chinese market is inelastic. Therefore, to increase Indonesian seaweed's export income, exports should be increased rather than lowering prices. To reinforce Indonesia's position in the Chinese seaweed market, Indonesia should collaborate with other exporting countries that complement Indonesia's efforts, such as Chile.
DETERMINAN PERALIHAN LAHAN PERTANIAN PADI KE PERTANIAN HORTIKULTURA (Komoditi Cabai Rawit/Capsicum Frutescens) KABUPATEN SORONG Setiadi, Bagas; Mawanti Athirah, Aldila; Aprianto, Aci
Jurnal AGRIBIS Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/qjret324

Abstract

Alih fungsi lahan di Kabupaten Sorong menyebabkan penurunan produktivitas padi karena sebagian besar petani memilih mengubah sawah mereka menjadi lahan hortikultura terutama cabai rawit. Petani menilai bahwa budidaya cabai memberikan keuntungan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan padi. Matdoan (2025) mencatat bahwa sekitar 64 hektare lahan sawah telah beralih fungsi menjadi pertanian hortikultura. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods, menggabungkan pendekatan kualitatif untuk memahami alasan petani mengalihkan lahan dan pendekatan kuantitatif untuk mengukur faktor yang memengaruhi keputusan tersebut. Penelitian dilakukan di Distrik Mariat, Mayamuk, dan Salawati dengan melibatkan 30 petani yang dipilih melalui snowball sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan literatur terkait, kemudian dianalisis menggunakan skala likert dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih fungsi lahan terutama dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu tuntutan ekonomi (93,5%) dan pendapatan (72%). Dari faktor eksternal, peluang kerja baru menjadi pendorong utama dengan skor 84,3%, sementara kebijakan pemerintah memiliki pengaruh rendah sebesar 35,3%. Secara ekonomi, pendapatan petani cabai yang mencapai Rp49.775.833 jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan petani padi sebesar Rp20.551.742, sehingga budidaya cabai rawit dinilai lebih menguntungkan dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.