Transisi dari pendidikan menengah ke pendidikan tinggi mengharuskan mahasiswa tahun pertama untuk memiliki kesiapan akademis, psikologis, dan sosial yang memadai, termasuk kemampuan untuk mengatur waktu belajar secara mandiri. Keterampilan manajemen waktu yang terbatas dapat menyebabkan penundaan akademik, motivasi belajar yang rendah, dan kesulitan beradaptasi dengan sistem pembelajaran universitas. Oleh karena itu, pelatihan manajemen waktu diperlukan sebagai intervensi dini untuk mendukung kemandirian akademik mahasiswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam mengelola prioritas akademik melalui pelatihan berbasis diskusi dan latihan penyusunan rencana studi. Pelatihan dilakukan melalui ceramah, diskusi terarah, dan simulasi rencana studi yang melibatkan 45 mahasiswa tahun pertama Program Studi Pendidikan Biologi di Universitas Katolik Widya Mandira. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan 71,2% dalam pemahaman mahasiswa tentang konsep manajemen waktu, peningkatan 65,4% dalam motivasi akademik, dan penurunan 42,6% dalam persepsi penundaan akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan manajemen waktu efektif dalam meningkatkan kesadaran belajar mahasiswa, keterampilan penetapan prioritas, dan kemandirian akademik jangka pendek. Program ini berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui pendampingan berkelanjutan atau integrasi ke dalam program dukungan akademik mahasiswa tahun pertama untuk memastikan dampak yang lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2026