Transformasi digital dalam sektor transportasi menuntut pengembangan sistem yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki kualitas User Experience (UX) yang baik. Namun, integrasi UX dalam Software Development Lifecycle (SDLC) berbasis Agile masih belum terstruktur dan sering dilakukan secara terpisah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model integrasi UX dalam SDLC berbasis Agile serta menguji kualitasnya dibandingkan dengan model non UX-Agile pada aplikasi tiket ferry. Metode yang digunakan adalah design research dengan tahapan observasi, wawancara, analisis kebutuhan, perancangan model, serta pengujian menggunakan System Usability Scale (SUS), waktu penyelesaian tugas, dan error rate. Pengujian dilakukan terhadap 100 responden yang dibagi menjadi dua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model UX-Agile memiliki kualitas usability yang lebih baik dengan skor SUS sebesar 82,5 dibandingkan 67,0 pada model non UX-Agile. Selain itu, model UX-Agile lebih efisien dengan waktu penyelesaian tugas lebih cepat serta lebih efektif dengan tingkat kesalahan yang lebih rendah dan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Dengan demikian, integrasi UX secara iteratif dalam Agile terbukti meningkatkan kualitas sistem yang dikembangkan.
Copyrights © 2026