Abstrak Kelengkapan administrasi dan farmasetik pada resep merupakan tahapan penting dalam pelayanan kefarmasian untuk menjamin keselamatan pasien serta meminimalkan risiko medication error. Seiring dengan meningkatnya jumlah apotek di Indonesia, tuntutan terhadap mutu pelayanan kefarmasian juga semakin tinggi, khususnya dalam proses skrining resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kelengkapan administrasi dan farmasetik resep di Apotek Kimia Farma A. Yani Kota Sorong pada periode Januari–Desember 2024. Sampel penelitian terdiri atas 370 lembar resep untuk evaluasi aspek administrasi dan 689 item obat untuk evaluasi aspek farmasetik. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung persentase kelengkapan masing-masing komponen yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh resep (100%) mencantumkan nama pasien, jenis kelamin (52,7%), umur (46,2%), berat badan pasien (11,1%), dan alamat pasien (9,7%). Pada aspek identitas dokter, sebanyak 97,5% resep mencantumkan nama dokter dan 100% mencantumkan alamat praktik, sedangkan nomor Surat Izin Praktik (SIP) hanya tercantum pada 11,1% resep dan nomor telepon dokter pada 4,6% resep. Tanggal penulisan resep ditemukan pada 97,8% resep. Dari aspek farmasetik, sebanyak 73,9% resep memenuhi kriteria kelengkapan. Seluruh item obat (100%) mencantumkan jumlah obat yang diresepkan, dan 97% mencantumkan aturan pakai. Namun demikian, hanya 59,9% item obat yang mencantumkan bentuk sediaan dan 38,8% yang mencantumkan kekuatan sediaan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun beberapa komponen telah terpenuhi dengan baik, masih terdapat kekurangan pada aspek administrasi dan farmasetik tertentu yang berpotensi meningkatkan risiko kesalahan pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kepatuhan terhadap standar penulisan resep guna meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian. Kata kunci: aspek administrasi, aspek farmasetik, kelengkapan resep, medication error, pelayanan kefarmasian.
Copyrights © 2026