Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa berdasarkan tahapan Polya yang diterapkan pada materi transformasi geometri.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 13 mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Matematika di Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka sebagai subjek. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan pemecahan masalah, observasi, serta wawancara. Selanjutnya, data dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menerapkan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah mahasiswa berada pada kategori sedang. Mahasiswa umumnya memiliki kemampuan yang baik dalam memahami masalah, namun masih mengalami kesulitan ketika merencanakan penyelesaian dan melaksanakan rencana tersebut. Tahap refleksi menjadi kelemahan utama, karena sebagian besar mahasiswa tidak melakukan evaluasi terhadap solusi yang diperoleh. Kesulitan yang dialami meliputi aspek konseptual, strategis, dan metakognitif, serta rendahnya kemampuan visualisasi pada materi geometri transformasi. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika masih berorientasi pada prosedur dan hasil akhir. Oleh sebab itu, diperlukan strategi pembelajaran yang menitikberatkan pada proses berpikir, penguatan kemampuan reflektif, serta pengembangan kemampuan pemecahan masalah secara sistematis.
Copyrights © 2026