Lemahnya keterampilan berpikir kritis siswa pada konteks sains, khususnya pada konsep suhu dan kalor, mengemukakakn perlunya penggunaan model pembelajaran yang lebih inovatif serta mendorong terlibat aktifnya peserta didik. Studi ini bermaksud guna mencari tahu dampak pemberian model pembelajaran problem posing tipe pre-solution posing berbasis eksperimen laboratorium bagi keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Sindue Tobata. Memanfaatkan desain kelompok kontrol yang tidak ekuivalen, studi ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif dan metodologi kuasi-eksperimen. Terdapat satu kelompok eksperimen serta satu kelompok kontrol yang menjadi sampel penelitian. Sebanyak 18 pertanyaan pilihan ganda, yang dikembangkan dari pengukuran kemampuan berpikir kritis, diberikan pada pretest serta posttest dalam mengumpulkan data. Mengacu temuan studi, kemampuan berpikir kritis peserta didik dipengaruhi secara signifikan berbantuan paradigma pembelajaran ini (p <0,05). Selain itu, dibandingkan dengan kelompok kontrol, kelompok eksperimen mempunyai nilai rerata yang lebih tinggi. Temuan ini merepresentasikan jika model pembelajaran problem posing tipe pre-solution posing yang dipadukan dengan eksperimen laboratorium efektif digunakan dalam pembelajaran IPA.
Copyrights © 2026