Gangguan jiwa pada mahasiswa sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal, sehingga berpotensi memengaruhi kinerja akademik maupun kehidupan sosial mereka. Mengingat urgensi intervensi yang akurat dan tepat waktu, diperlukan sistem identifikasi yang andal untuk mengenali gejala gangguan jiwa. Penelitian ini menghadirkan sistem identifikasi berbasis web yang menerapkan metode Certainty Factor (CF) dan Dempster-Shafer (DS) untuk menilai tingkat keyakinan dalam identifikasi gangguan jiwa. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan hasil yang dihasilkan oleh CF dan DS dalam mengidentifikasi gangguan jiwa pada mahasiswa. Sistem dikembangkan menggunakan model Rapid Application Development (RAD), dengan metodologi penelitian yang terstruktur melalui lima tahapan: (1) menentukan populasi dan pengambilan sampel, (2) pengumpulan data awal, (3) pengembangan sistem, (4) pengumpulan data identifikasi melalui sistem, dan (5) analisis hasil identifikasi. Responden dipilih melalui simple random sampling dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali. Sistem divalidasi menggunakan uji black box dan perhitungan algoritmik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa depresi merupakan gangguan yang paling banyak teridentifikasi, terutama pada mahasiswa perguruan tinggi swasta, sedangkan skizofrenia dan psikosis lebih banyak ditemukan pada mahasiswa perguruan tinggi negeri. Meskipun terdapat perbedaan pada beberapa diagnosis individu, secara keseluruhan metode CF dan DS menghasilkan temuan yang konsisten. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi CF dan DS dalam aplikasi berbasis web dapat meningkatkan dukungan diagnostik terhadap permasalahan kesehatan jiwa. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa perbandingan baru metode penalaran berbasis ketidakpastian dalam konteks deteksi dini gangguan jiwa di lingkungan pendidikan tinggi.
Copyrights © 2025