Layanan air bersih di kawasan pedesaan menghadapi tantangan terkait keterbatasan infrastruktur dan kesulitan memahami pola konsumsi pelanggan. Memahami karakteristik pelanggan sangat penting untuk efisiensi operasional, perencanaan, dan keberlanjutan layanan. Penelitian ini bertujuan melakukan segmentasi pelanggan layanan air pedesaan untuk mendukung pengambilan keputusan strategis. Metode yang digunakan adalah Data Mining dengan algoritma K-Means Clustering dengan data riil historis pemakaian air pelangga selama 27 bulan. Segmentasi dilakukan menggunakan matrik Durasi (D), Konsumsi Rata-Rata (C), dan Total Volume (V), atau DCV. Penentuan jumlah cluster optimal dilakukan menggunakan Metode Elbow dan Silhouette. Hasil penelitian berhasil mengelompokkan pelanggan menjadi 3 cluster yaitu Cluster 0 atau Pelanggan Reguler sebanyak 202 pelanggan dengan karakteristi Durasi Tinggi namun Konsumsi dan Volume Sedang, kelompok ini stabil dan mendominasi basis pelanggan. Cluster 1 atau Pelanggan Baru/Minimalis, sebanyak 109 pelanggan memiliki karakteristik Durasi, Konsumsi, dan Volume Paling Rendah, kelompok ini diidentifikasi sebagai pengguna minimalis atau pelanggan baru. Cluster 2 atau Pelanggan Premium sebanyak 78 pelanggan memiliki karakteristik Durasi, Konsumsi, dan Volume Paling Tinggi, kelompok ini adalah penyumbang volume pemakaian air dan pendapatan terbesar. Kesimpulan dari segmentasi ini memberikan rekomendasi strategis spesifik di bidang operasional, pemasaran, dan tarif. Rekomendasi ini dapat digunakan oleh pengelola layanan air pedesaan sebagai pendukung kebijakan yang tersegmen dan tepat sasaran.
Copyrights © 2025