The utilization of tuna bone waste by coastal communities, particularly fisherwomen in Oesapa Village, Kupang City, remains limited. Most fish bones are discarded without processing, despite their potential to be transformed into nutritious and economically valuable food products. To address this issue, a training program was initiated to empower fisherwomen by utilizing local resources to produce tuna bone sticks. The main objective was to enhance participants’ knowledge and skills in processing tuna bone waste into marketable snacks. The program included awareness sessions on the benefits of fish bones, hands-on training in tuna bone stick production, and guidance on packaging techniques. The activity involved fisherwomen from the coastal area of Oesapa Village. The results showed a notable improvement in the participants’ understanding of the nutritional value of fish bones and their technical ability in the production process, from raw material preparation to packaging. More than 85% of the participants successfully completed all stages of the training and expressed interest in developing tuna bone sticks as a home-based business. In addition, there was a significant improvement in all aspects assessed after the implementation of the activities, including cognitive, psychomotor, affective, metacognitive, and problem-solving skills. Participants showed an average improvement of 51%. Several participants also initiated small groups to collaboratively continue production. The training demonstrated that producing tuna bone sticks is an effective strategy for empowering fisherwomen. Beyond enhancing skills and nutritional knowledge, this initiative offers opportunities to increase household incomes and reduce fishery waste. This program can serve as a model for sustainable local economic development in coastal communities.Pemanfaatan limbah tulang ikan tuna oleh masyarakat pesisir, khususnya ibu rumah tangga nelayan di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, masih sangat minim. Sebagian besar tulang ikan dibuang tanpa diolah, padahal memiliki potensi sebagai bahan pangan bernilai ekonomi dan gizi tinggi. Permasalahan tersebut menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan pelatihan pembuatan stik tulang ikan tuna sebagai salah satu upaya pemberdayaan ekonomi keluarga yang berbasis pada potensi lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga nelayan dalam memanfaatkan limbah tulang ikan tuna menjadi produk makanan ringan yang bergizi serta memiliki nilai ekonomis. Adapun metode pelaksanaan mencakup sosialisasi mengenai manfaat dan potensi tulang ikan, pelatihan langsung pembuatan stik tulang ikan tuna, serta pendampingan dalam proses pengemasan. Kegiatan diikuti oleh ibu rumah tangga nelayan yang tinggal di sekitar wilayah pesisir Kelurahan Oesapa. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai nilai gizi tulang ikan serta keterampilan teknis dalam proses pembuatan stik, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan. Lebih dari 85% peserta mampu mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan baik dan menunjukkan minat untuk mengembangkan produk ini sebagai usaha rumahan, selain itu terjadi peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek yang dinilai setelah pelaksanaan kegiatan meliputi aspek kognitif, psikomotorik, afektif, metakognitif, kemampuan memecahkan masalah peserta menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 51%. Beberapa peserta juga mulai membentuk kelompok kecil untuk memproduksi stik tulang ikan secara berkelanjutan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan stik tulang ikan tuna dapat menjadi strategi efektif dalam memberdayakan ibu rumah tangga nelayan. Selain meningkatkan keterampilan dan wawasan gizi, kegiatan ini juga membuka peluang usaha yang dapat menambah pendapatan keluarga serta mengurangi limbah hasil perikanan. Pelatihan ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan di wilayah pesisir.
Copyrights © 2026