Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi etnomatematika berbasis lingkungan alam dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa di Sekolah Alam Bosowa Makassar. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya keterhubungan siswa terhadap konsep matematika formal dengan konteks budaya serta lingkungan sekitar mereka. Melalui pendekatan berbasis alam dan budaya lokal, seperti bentuk-bentuk bangunan sekolah berbentuk segitiga dan persegi, proses pembelajaran diarahkan agar siswa mampu mengaitkan pengalaman konkret dengan konsep abstrak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif, melibatkan observasi lapangan, diskusi kelompok, dan proyek pembelajaran berbasis budaya. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, wawancara guru, serta dokumentasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konsep matematika, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata siswa dari 60 menjadi 85. Selain peningkatan kognitif, penelitian ini juga menunjukkan perkembangan aspek afektif, seperti meningkatnya motivasi belajar dan rasa percaya diri siswa terhadap matematika. Pembelajaran berbasis etnomatematika terbukti memperkaya kreativitas guru dalam merancang strategi pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Partisipasi komunitas dan lingkungan sekitar turut memperkuat keberhasilan program melalui dukungan terhadap pelestarian budaya lokal. Kesimpulannya, integrasi etnomatematika berbasis lingkungan alam dapat menjadi pendekatan inovatif dalam pendidikan matematika, karena tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga menumbuhkan kesadaran budaya dan kepedulian lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum yang responsif terhadap budaya lokal serta pelatihan guru untuk penerapan etnomatematika secara lebih luas di sekolah berbasis alam maupun konvensional.
Copyrights © 2025