Pendidikan lingkungan pada anak usia sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peduli dan bertanggung jawab terhadap alam. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai cinta lingkungan melalui model Sekolah Alam yang diterapkan di Sekolah Alam Bosowa Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kegiatan pembelajaran berbasis alam. Fokus kajian diarahkan pada interaksi siswa dengan lingkungan, peran guru dalam memfasilitasi nilai ekologis, serta integrasi kurikulum kontekstual yang menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Alam berhasil menanamkan nilai cinta lingkungan melalui kegiatan rutin seperti Psychomotor Activity Day, permainan edukatif di ruang terbuka, dan praktik langsung menjaga kebersihan lingkungan. Anak tidak hanya diajak memahami konsep lingkungan, tetapi terlibat aktif dalam aksi nyata seperti menyusun material alam, merawat tanaman, dan refleksi nilai moral setelah kegiatan. Peran guru sebagai fasilitator nilai karakter terbukti penting, sebab guru tidak hanya mengajar, tetapi mencontohkan perilaku peduli lingkungan dalam keseharian. Internalisasi nilai cinta lingkungan muncul melalui habituasi, simbolisasi, dan refleksi, yang membentuk keterpaduan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Penerapan model Sekolah Alam terbukti efektif dalam membangun kesadaran ekologis dengan pendekatan kontekstual dan humanis. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan berbasis alam dapat menjadi alternatif strategis dalam penguatan karakter peduli lingkungan pada generasi muda di era krisis ekologis.
Copyrights © 2025