Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan literasi kesehatan dan akses layanan. Salah satu fase yang masih kurang mendapat perhatian dalam upaya pencegahan stunting adalah periode pra kehamilan, padahal fase ini berperan penting dalam menentukan kualitas kehamilan dan tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pengetahuan pasangan usia subur melalui konseling pra kehamilan sebagai upaya pencegahan risiko stunting berbasis masyarakat di Desa Pakkabba, Kabupaten Takalar. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, konseling pra kehamilan secara interaktif, diskusi kelompok, serta evaluasi pengetahuan melalui pretest dan posttest. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan pasangan usia subur, remaja, dan unsur masyarakat desa sebagai kelompok sasaran utama. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 50,5 persen setelah mengikuti kegiatan konseling. Seluruh peserta juga menunjukkan partisipasi aktif dan kemampuan memahami materi yang disampaikan dengan baik. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling pra kehamilan berbasis komunitas merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kesiapan pasangan usia subur dalam menghadapi kehamilan sehat dan mencegah risiko stunting sejak dini. Program ini berpotensi untuk direplikasi dan dikembangkan sebagai bagian dari strategi penguatan literasi kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Copyrights © 2025