Diabetes melitus (DM) tipe II adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya hiperglikemia yang timbul dari kelainan sekresi insulin dan kerja insulin. Penggunaan obat DM menyebabkan terjadinya adverse drug reaction (ADR) sehingga perlu dilakukan pemantauan penggunaan obat melalui studi farmakovigilans. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik subyek penelitian dan mengetahui pengaruh angka kejadian ADR. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional, pengumpulan data dilakukan secara prospektif dengan teknik pengambilan sampel accidential sampling yaitu siapa saja pasien yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dan dijadikan sebagai sampel bila dipandang orang yang ditemui itu cocok dengan kriteria yang ditetapkan. Pada penelitian ini dilakukan wawancara berdasarkan pertanyaan algoritma naranjo. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 40 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan diketahui hanya 24 pasien yang mengalami ADR. Hasil penelitian karakteristik berdasarkan usia terbanyak pada rentan usia 50-60 tahun diperoleh sebanyak 17 pasien dengan persentase 43%. Hasil penelitian karakteristik berdasarkan jenis kelamin laki-laki 15 pasien dengan persentase 38% dan pada perempuan 25 pasien dengan persentase 63%. Berdasarkan penelitian kausalitas dengan menggunakan algoritma naranjo kejadian ADR pada pasien rawat inap DM tipe II di Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Kendal adalah 20% termasuk dalam kategori besar kemungkinan dan 40% kategori mungkin. Pengaruh kejadian ADR terhadap pengobatan antidiabetes oral menujukan kejadian ADR tidak berpengaruh terhadap pengobatan antidiabetes oral.
Copyrights © 2024