Latar Belakang gagal ginjal kronik adalah kondisi saat fungsi ginjal menurun secara bertahap karena kerusakan ginjal. Self management merupakan pengambilan keputusan dan strategi yang dilakukan pada pasien dalam upaya untuk meningkatkan kesehatan hidup, mempertahankan hidup, mencapai kesehatan yang utuh dan meminimalkan penurunan kualitas hidup. Self management dapat meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan rehospitalisasi pada pasien gagal ginjal kronik. Tujuan untuk mengetahui hubungan self-management dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik di Unit Hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dengan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien yang menjalani hemodialisis dengan menggunakan sebanyak 88 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling dengan metode total sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner Word Health Organization Quality of Life (WHOQoL)- BREF dan Kuesioner Hemodialysis Self- Management Instrument (HDSMI). Analisa data dilakukan dengan uji Kendalls Tau-B. Hasil Berdasarkan hasil didapatkan mayoritas pasien gagal ginjal kronik mempunyai kualitas hidup baik sebanyak 55 responden (62,5%) dan self management baik sebanyak 72 responden (81,8%). Hasil analisis diperoleh p-value 0.001 < 0.05 yang menunjukkan terdapat hubungan antara self management dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal di Unit Hemodialisis. Kesimpulan terdapat hubungan antara self management dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal di Unit Hemodialisis.
Copyrights © 2025