Latar Belakang : Penyakit gagal ginjal kronik merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal secara progresif dalam mempertahankan kesimbangaan cairan dan elektrolit yang perlu dilakukan hemodialisis. Sehingga pasien menghadapi tantangan fisik, psikologis, dan sosial signifikan, memengaruhi kualitas hidup. Selain itu kemampuan pasien dalam menghadapi tantangan ini adalah efikasi diri, yaitu keyakinan terhadap kemampuan mengelola kondisi dan menjalani perawatan. Tujuan : Mengetahui hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di instalasi hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Metode : Penelitian ini menggunakan desain diskriptif kuantitatif dan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten sebanyak 88 responden, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan General Self Efficacy Scale (GSES) dan Word Health Organization Quality of Life-Bref (WHOQoL-Bref). Analisa data dilakukan dengan uji Kendal tau b. Hasil : Berdasarkan hasil mayoritas responden memiliki efikasi diri pada pasien gagal ginjal kronis tinggi sebanyak 86,5% dan kualitas hidup baik sebanyak 62,5%. Hasil analisis diperoleh p-value 0,001 < 0,05 yang menunjukkan terdapat hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di instalasi hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Serta memiliki nilai r 0,265 yang berarti memiliki keretanan cukup kuat. Kesimpulan : Terdapat hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di instalasi hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten
Copyrights © 2025