Latar Belakang: Keluhan utama yang terjadi pasca operasi pada pasien Orif adalah keluhan nyeri. Salah satu metode non farmakologi yang dapat membantu mengurangi nyeri adalah dengan guided imagery. Guided imagery merupakan teknik relaksasi untuk mengkhayalkan tempat dan kejadian berhubungan dengan rasa relaksasi yang menyenangkan, sehingga pasien merasakan relaks Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi komplementer guided imagery terhadap skala nyeri pada pasien post Open Reduction Internal fixation (ORIF) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian Quasi eksperimen dengan rancangan penelitian pretest-posttest with one group yang menggunakan satu kelompok perlakuan. Sampel diambil dengan metode total sampling, dengan jumlah sampel 24 pasien post ORIF yang dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Instrumen penelitian skala nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS). Hasil: Hasil uji statistic menggunakan uji wilcoxon signed-rank test diperoleh nilai p-value = 0,000. Hasil uji statistik tersebut memiliki arti yakni ada pengaruh terapi komplementer guided imagery terhadap skala nyeri pada pasien post Open Reduction Internal fixation (ORIF) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Kesimpulan: Ada pengaruh terapi komplementer guided imagery terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post Open Reduction Internal fixation (ORIF) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Diharapkan pasien dan perawat dapat menerapkan guided imagery untuk membantu menurunkan skala nyeri pada pasien post ORIF .
Copyrights © 2026