Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH GUIDED IMAGERY TERHADAP SKALA NYERI PADAPASIEN POST OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION (ORIF) Arta Akmalia; Anik Suwarni; Rantiningsih Sumarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2026): Vol. 3 No. 01 (2026): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/3r18x023

Abstract

Latar Belakang: Keluhan utama yang terjadi pasca operasi pada pasien Orif adalah keluhan nyeri.  Salah satu metode non farmakologi yang dapat membantu  mengurangi nyeri adalah dengan guided imagery. Guided imagery merupakan teknik relaksasi untuk mengkhayalkan tempat dan kejadian berhubungan dengan rasa relaksasi yang menyenangkan, sehingga pasien merasakan relaks Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi komplementer guided imagery  terhadap skala nyeri pada pasien post Open Reduction Internal fixation (ORIF) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian Quasi eksperimen dengan rancangan penelitian pretest-posttest with one group yang menggunakan satu kelompok perlakuan. Sampel diambil dengan metode total sampling, dengan jumlah sampel 24 pasien post ORIF yang dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Instrumen penelitian skala nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS). Hasil: Hasil uji statistic menggunakan uji wilcoxon signed-rank test diperoleh nilai p-value = 0,000. Hasil uji statistik tersebut memiliki arti yakni ada pengaruh terapi komplementer guided imagery  terhadap skala nyeri pada pasien post Open Reduction Internal fixation (ORIF) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Kesimpulan: Ada pengaruh terapi komplementer guided imagery  terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post Open Reduction Internal fixation (ORIF) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Diharapkan pasien dan perawat dapat menerapkan guided imagery untuk membantu menurunkan skala nyeri pada pasien post ORIF .
HUBUNGAN FASILITAS PELAYANAN SIRKUMSISI MODERN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN DI RUMAH SUNAT MILLENIAL KARANGANYAR Didik Purwanto; sutrisno; Rantiningsih Sumarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2026): Vol. 3 No. 01 (2026): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/atm66z02

Abstract

Latar Belakang: Layanan sirkumsisi modern semakin diminati masyarakat karena menawarkan kenyamanan, teknologi terkini, dan proses pemulihan yang cepat. Fasilitas pelayanan menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepuasan pelanggan terhadap layanan kesehatan. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan fasilitas pelayanan sirkumsisi modern dengan kepuasan pelanggan di rumah sunat Millenial Karanganyar. Metode : Jenis penelitian analitik korelational dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh pasien sirkumsisi di rumah sunat Millenial Karanganyar sebanyak 60 orang, teknik sampling purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 53 orang. Instrument kuesioner fasilitas pelayanan sirkumsisi modern dan kuesioner kepuasan pelanggan. Uji bivariat Kendall’s tau. Hasil : Hasil penelitian fasilitas pelayanan sirkumsisi modern di rumah sunat Millenial Karanganyar mayoritas baik ada 48 responden (90.6%). Kepuasan pelanggan di rumah sunat Millenial Karanganyar mayoritas tinggi ada 49 responden (92.5%). Kesimpulan : Ada hubungan fasilitas pelayanan sirkumsisi modern dengan kepuasan pelanggan di rumah sunat Millenial Karanganyar.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP BODY IMAGE PASIEN DENGAN CA MAMAE POST MASTECTOMY Nafiah Muna; Widiyono; Rantiningsih Sumarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2026): Vol. 3 No. 01 (2026): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/h54whj21

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara (Ca mamae) termasuk penyakit kronis tidak menular dengan jumlah penderita terbanyak Indonesia dalam kategori kanker. Salah satu tindakan yang sering digunakan untuk pelaksanaan kanker payudara yaitu mastektomi. Perubahan fisik yang terjadi pada pasien post mastektomi dapat mempengaruhi konsep diri, terutama citra tubuh (Body Image). Dukungan keluarga dapat menurunkan permasalah citra tubuh karena dukungan keluarga mempengaruhi perasaan negatif pasien kanker payudara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan Body Image (citra diri) pada pasien dengan ca mamae post mastectomy di poli onkologi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, desain yang digunakan adalah dengan deskriptif korelatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah Cross Sectional. Sampel penelitian terdiri dari 55 pasien ca mamae post mastectomy yang melakukan kontrol rawat jalan di poliklinik onkologi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan Body Image Scale (BIS).Hasil: Hasil uji statistic menggunakan uji Spearman rho diperoleh nilai p-value = <0,001 dan r= 0,444. Hasil uji statistik tersebut memiliki arti yakni dukungan keluarga memiliki hubungan cukup kuat dengan Body Image pasien ca mamae post mastectomy di ruang poliklinik Onkologi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga terhadap body image pasien ca mamae post mastectomy di ruang poliklinik onkologi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Hasil ini diharapkan responden dapat menerapkan pentingnya dukungan keluarga untuk meningkatkan kepercayaan diri demi pengobatan dan kualitas hidup lebih baik.
PENGARUH TERAPI GUIDED IMAGERY DALAM PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR Rantiningsih Sumarni; Anik Suwarni; Widiyono Widiyono; Arta Akmalia
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1431

Abstract

Latar Belakang: Nyeri post operasi fraktur merupakan masalah umum yang dapat menghambat proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penanganan nyeri tidak hanya dapat dilakukan secara farmakologis, tetapi juga melalui pendekatan nonfarmakologis seperti terapi guided imagery. Terapi ini bertujuan untuk membantu pasien mencapai relaksasi melalui visualisasi mental positif, sehingga dapat menurunkan persepsi terhadap nyeri. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi guided imagery terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pascaoperasi fraktur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimen dengan  rancangan one  group pre-post test.  Sampel 30 pasien post operasi fraktur di RSUD dr.Soehadi Prijonegoro pada bulan Mei sampai Juni 2025 yang dipilih melalui teknik purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi yang ditentukan. Instrumen yang digunakan kuesioner skala nyeri untuk mengukur intensitas nyeri, skala nyeri diukur menggunakan skala numerik (VAS) sebelum dan setelah intervensi serta lembar observasi. Analisa data yang digunakan adalah uji Wilxocon test. Hasil: Hasil analisis data menggunakan wilcoxon test diperoleh nilai p hitung 0,00 < 0,05 terdapat pengaruh terapi guided imagery terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post operasi fraktur. Saran: Diharapkan intervensi guide imagery ini dapat dijadikan sebagai terapi komplementer dalam manajemen nyeri post operasi di fasilitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Guided imagery,  Skala Nyeri, Post operasi, Fraktur
Pengaruh Story Telling Terhadap Kualitas Tidur Pada Anak Prasekolah Yang Menjalani Hospitalisasi Atik Aryani; Indriyati Indriyati; Rantiningsih Sumarni; Arum Uswatun Khasanah
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.928

Abstract

Anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi akan berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan rumah sakit. Dampak hospitalisasi menyebabkan anak cemas, takut dengan berbagai tindakan invansif, anak merasa tidak nyaman, nafsu makan menurun, dan kualitas tidur menurun. Kualitas tidur yang kurang pada anak dapat membuat daya tahan tubuh rendah, anak mudah rewel, gelisah sehingga dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi gangguan tidur pada anak menggunakan teknik storytelling. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh storytelling terhadap kualitas tidur pada anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Desain penelitian menggunakan one group pre-test post-test group. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata kualitas tidur responden sebelum diberikan intervensi sebesar 45,95 dan setelah diberikan intervensi storytelling nilai rerata 38,10. Hasil uji paired t-test didapatkan nilai p value sebesar 0,001(<0,05) berarti ada pengaruh pemberian storytelling terhadap kualitas tidur pada anak yang menjalani hospitalisasi. Storytelling dapat digunakan strategi keperawatan dalam meningkatkan kualitas tidur pada anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi
Animal Assisted Therapy Ikan Cupang Sebagai Teknik Distraksi Menurunkan Nyeri Pada Anak Prasekolah Yang Menjalani Prosedur Invasif Atik Aryani; Rantiningsih Sumarni; Etty Eriyanti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 10, No 2 (2026): EDISI AGUSTUS 2026
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v10i2.3737

Abstract

The experience of being hospitalized is often unpleasant for children. Preschoolers tend to respond to medical care with resistance and are less cooperative when they are in pain. If pain is not managed, it can lead to reduced cooperation and hinder the healing process. One nursing intervention to reduce pain involves using the distraction technique of Animal-Assisted Therapy (AAT) with betta fish. This study aims to analyze the effectiveness of AAT using betta fish as a distraction technique to reduce pain in children undergoing invasive procedures. This study employed a quasi-experimental design using a posttest-only with control group approach. The sampling technique used purposive sampling with 60 participants aged 3–5 years, divided into 30 in the intervention group and 30 in the control group. Research data were collected using the FLACC Scale (Face, Legs, Activity, Cry, Consolability) as a measure of pain in children, and the intervention involved the use of betta fish.The median pain score in the intervention group was 3, while the median pain score in the control group was 5. Based on the results of the Mann-Whitney test, a p-value of 0.001 (0.05) was obtained, indicating that betta fish-assisted therapy is effective as a distraction technique in reducing pain in preschool children undergoing invasive procedures. Recommendations for future research include measuring pain intensity and evaluating the effects of betta fish-assisted therapy on anxiety levels, fear, physiological responses, and children’s cooperation during invasive procedures, as well as the satisfaction of parents and healthcare providers.
PENGUATAN PENGETAHUAN PERILAKU SEHAT PADA AGREGAT REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN TERJADINYA MASALAH KESEHATAN BAIK MENULAR MUPUN TIDAK MENULAR DI DESA PAESAN Etty Eriyanti; Atik Aryani; Rantiningsih Sumarni
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 19 No 1 April 2026
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang penting dalam upaya pencegahan masalah kesehatan karena perilaku yang terbentuk pada masa remaja dapat memengaruhi kesehatan di masa dewasa. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan pengetahuan perilaku sehat pada agregat remaja sebagai upaya pencegahan penyakit menular maupun tidak menular di Desa Paesan. Penelitian ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah 47 remaja aktif Karang Taruna, dengan sampel 32 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan perilaku sehat sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan median pengetahuan meningkat dari 65 sebelum intervensi menjadi 69 setelah intervensi, dengan peningkatan sebesar 4 skor. Hasil uji statistik diperoleh p-value = 0,039 (p < α 0,05), yang menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pengetahuan perilaku sehat sebelum dan sesudah intervensi. Penguatan pengetahuan melalui edukasi kesehatan dapat menjadi salah satu upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai perilaku sehat serta pencegahan penyakit menular dan tidak menular di masyarakat.