Penelitian ini mengkaji kebijakan kepala sekolah dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi di SMP Negeri 1 Ganding, Sumenep, sebuah sekolah pedesaan dengan sumber daya terbatas (5 rombel, 88 siswa, 10 guru ASN, 3 GTT, 1 TU). Dengan pendekatan kualitatif rancangan studi kasus, data dihimpun melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan kepala sekolah meliputi: (1) pelatihan teknologi sederhana bagi guru, (2) pemanfaatan platform digital gratis seperti Google Classroom, (3) kolaborasi dengan komunitas lokal untuk akses internet, dan (4) inovasi kurikulum berbasis teknologi. Kebijakan ini meningkatkan keterlibatan siswa hingga 60% dan kompetensi digital guru, meskipun terkendala oleh konektivitas internet dan anggaran terbatas. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kemitraan eksternal dan alokasi anggaran khusus untuk mendukung teknologi pendidikan di sekolah rural. Studi ini berkontribusi pada literatur kepemimpinan pendidikan di konteks pedesaan dan memberikan model replikasi bagi sekolah serupa.
Copyrights © 2025