Penelitian ini menganalisis bentuk-bentuk deviasi bahasa dan teknik foregrounding dalam kicauan akun Twitter @Jek__. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah penggunaan bahasa yang menyimpang dari kaidah baku di media sosial, yang justru dimanfaatkan sebagai sarana ekspresi, kreativitas, serta keterlibatan dengan audiens. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana deviasi dan foregrounding digunakan secara stilistika dalam kicauan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan stilistika dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui dokumentasi kicauan dari akun @Jek__. Sebanyak 90 data ditemukan, dengan rincian 36 data deviasi bunyi (fonologis), 182 deviasi pembentukan kata (morfologis), 40 deviasi sintaksis, dan 16 data foregrounding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deviasi bahasa digunakan secara sadar untuk menciptakan efek estetik, penekanan makna, humor, ironi, dan kritik sosial. Teknik foregrounding tampak melalui diksi yang tidak lazim, struktur kalimat nonformal, serta permainan bunyi yang menonjolkan pesan tertentu. Strategi tersebut memperkuat gaya berbahasa akun @Jek__ dan membangun identitas digital yang khas. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Twitter merupakan ruang linguistik yang dinamis, di mana deviasi dan foregrounding menjadi alat penting untuk komunikasi yang ekspresif dan berdampak.
Copyrights © 2026