Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi media tradisional engklek sebagai alat pembelajaran matematika dasar di kelas 1 SDN 3 Menggala, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang berjenis deskriptif. Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas 1 SDN 3 Menggala. Sumber data yang digunakan yitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa engklek yang dimodifikasi dengan unsur matematika (pengenalan bilangan, penjumlahan, dan pengurangan) terbukti meningkatkan pemahaman konseptual siswa secara signifikan. Melalui pendekatan operant conditioning Skinner, permainan ini berfungsi sebagai stimulus yang memicu respons aktif siswa, diperkuat oleh sistem reward sederhana (pujian, stiker).Namun, penelitian juga mengidentifikasi hambatan kritis, termasuk: Kondisi fisik (lantai licin/sempit) yang mengurangi keamanan Aktivitas, Manajemen waktu (30 menit persiapan pembuatan media ), Perbedaan kemampuan siswa (5% memerlukan pendampingan intensif), Kompetisi dengan gawai digital (siswa awalnya enggan berpartisipasi).
Copyrights © 2026