Tingginya tingkat prevalensi dismenore primer merupakan keluhan yang umum terjadi dikalangan remaja putri dan berpotensi menurunkan produktivitas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara menstrual symptom dan aktivitas fisik terhadap produktivitas akademik akibat nyeri dismenore primer pada remaja putri SMAN 1 Batu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 100 siswi dipilih secara acak dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi Menstrual Symptom Questionnaire (MSQ), Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A), dan Student Productivity Scale (SPS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden sejumlah (73%) berusia 17 tahun, memiliki tipe menstrual symptom congestive (64%), tingkat aktivitas fisik sedang (74%), dan produktivitas akademik tinggi (76%). Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara menstrual symptom dengan produktivitas akademik (p = 0,198 > 0,05), serta antara aktivitas fisik dengan produktivitas akademik (p = 0, 365 > 0,05). Kesimpulannya, baik menstrual symptom maupun tingkat aktivitas fisik tidak berhubungan secara signifikan terhadap produktivitas akademik akibat nyeri dismenore primer pada remaja putri SMAN 1 Batu. Hasil penelitian ini menunjukkan produktivitas akademik bersifat multifaktorial dimana terdapat faktor lain yang lebih berkengaruh terhadap produktivitas akademik dibanding hanya efek fisiologis maupun tingkatan aktivitas fisik.
Copyrights © 2026